Pada tertengan bulan Agustus lalu
tepatnya hari Rabu, tanggal 14 Agustus 2019 Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera
Desa Sidem melaksanakan kegiatan Studi Banding ke beberapa tempat di wilayah
Kabupaten Tulungagung. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 50 orang ini terdiri
dari pengurus dan anggota KWT Sejahtera Desa Sidem serta PPL Kecamatan Gondang.
Kunjungan pertama ke rumah pengusaha
pembibitan sayuran beralamat di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol. Disana
ibu-ibu anggota KWT Sejahtera mengetahui bagaimana cara pembibitan sayuran
secara baik. Mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Bapak Ali
Ashari selaku pemilik areal pembibitan sayuran. Mulai dari persiapan media
pembibitan (tanah dan pupuk kandang 2:1) dalam polybag kecil, peletakan benih
satu per satu, penyiraman hingga bibit sayuran tersebut siap tanam.
Berikutnya berkunjung ke Peternak
Ayam Arab di Desa Tulungrejo Kecamatan Karangrejo. Sesampai di rumah Bapak H. Saiful rombongan
KWT Sejahtera langsung disambut dengan ramah. Ibu-ibu anggota KWT Sejahtera langsung diajak ke tempat
penetasan telur disana diberi penjelasan
tentang proses dari awal cara memperoleh kuthuk dari mesin penetas. Dilanjutkan
mengunjungi kandang ayam arab yang setiap hari dipanen telurnya.
Kunjungan terakhir ke Desa Dono
Kecamatan Sendang tepatnya ke pengusaha emping jagung. Di rumah yang sangat
sederhana ini rombongan KWT Sejahtera disambut dengan ramah oleh Bapak Nur Hadi
sang pemilik usaha emping jagung. Beliau memberikan paparan secara runtut mulai
awal bagaimana proses pembuatan emping jagung dengan membagikan makalah yang
telah disusunnya. Sambil mendengarkan paparan, ibu-ibu KWT Sejahtera menikmati
hidangan yang disuguhkan tak ketinggalan emping jagung buah tangan Pak Nur
begitu beliau dipanggil. Kemudian ibu-ibu KWT Sejahtera diajak melihat langsung
dapur pembuatan emping jagung. Emping jagung yang diproduksi hanya varian
rasa original tanpa varian yang lain. Ini disebabkan melihat selera konsumen
yang lebih menyukai emping jagung rasa original.
Sebelum berpamitan ibu-ibu KWT Sejahtera
menyempatkan foto bersama di depan rumah. Semoga ilmu yang didapat dapat
bermanfaat bagi ibu-ibu KWT Sejahtera Desa Sidem untuk mengembangkan usaha
agribisnisnya di Desa Sidem. (anis)
Lalat bibit (Gambar 35) menyerang tanaman padi yang baru ditanam
pindah pada sawah yang selalu tergenang. Stadia hama yang merusak
tanaman padi adalah larvanya (Gambar 36). Larva lalat bibit berwarna
kuning kehijau-hijauan yang tembus cahaya, berada di bagian tengah daun
yang masih menggulung. Larva bergerak di kebagian tengah tanaman merusak
jaringan bagian dalam sampai titik tumbuh daun.
Gejala kerusakan adalah bercak-bercak kuning yang dapat dilihat di
sepanjang tepi daun yang baru muncul dan daun yang terserang mengalami
perubahan bentuk (Gambar 38). Telur diletakkan pada permukaan atas daun,
berwarna keputih-putihan dan berbentuk lonjong seperti pisang (Gambar
37). Siklus hidupnya 4 minggu.
Tanaman yang terserang anakannya menjadi berkurang dan serangan berat
dapat memperlambat fase pematangan 7-10 hari. Tanaman pada dasarnya
dapat mengkompenseasi asalkan tidak ada serangan hama lainnya atau
tekanan lingkungan yang mempengaruhi. Cara pengendalian
Keringkan sawah
Pengendalian lalat bibit yang tepat adalah pencegahan karena ketika
gejala kerusakan terlihat di lapang, lalat bibit sudah tidak ada di
pertanaman
Penggunaan insektisida (bila diperlukan) adalah yang berbahan aktif : - bensultap, BPMC, atau - karbofuran.
Lalat bibit.
Larva lalat bibit.
Telur lalat bibit
berbentuk lonjong seperti pisang.
Gejala serangan larva lalat bibit
mengakibatkan daun berubah bentuk dan
terlihat ada bercak-bercak kuning
di sepanjang tepian daun.
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 11 Desember 2012
Tanaman kelor telah lama dikenal sebagai tanaman yang kaya nutrisi
dan memiliki khasiat sebagai obat sejak berabad-abad yang lalu. Bahkan
masyarakat Mesir kuno telah menggunakan minyak kelor untuk mengobati
lebih dari 300 macam penyakit.
Pada tahun 1999, seorang peneliti, Fuglie LJ mempublikasikan hasil
penelitiannya mengenai tanaman kelor dalam buku “The Miracle Tree:
Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics”.
Dalam bukunya tersebut ia menyebutkan bahwa daun kelor ternyata
mengandung kadar nutrisi yang tinggi seperti vitamin A, vitamin C, Vit
B, mineral kalsium, zat besi, kalium, dan protein yang mudah dicerna dan
diserap oleh tubuh manusia. Tidak hanya itu, daun kelor juga mengandung
lebih dari 40 antioksidan.
Berbagai manfaat daun kelor
Segudang manfaat daun kelor membawa dampak positif bagi kesehatan
manusia. Maka dari itu, anda perlu menyimak beberapa khasiat daun kelor
berikut ini:
1. Mengobati penyakit liver
Image: www.lifeextension.com
Secara historis, daun kelor telah banyak digunakan di Eropa sebagai salah satu bahan alami pembersih liver atau organ hati.
Daun kelor disebut-sebut memiliki kemampuan Phytotherapy atau
kemampuan melindungi organ hati dari kerusakan, seperti penyakit
hepatitis dan sirosis. Sebuah penelitian yang dilakukan beberapa ilmuwan
di negara Jerman melaporkan bahwa daun kelor mengandung senyawa
silymarin yang merupakan agen hepatotoksik atau senyawa yang dapat
menetralkan racun penyebab kerusakan hati dan melindunginya dari infeksi
penyakit.
Tidak hanya itu, senyawa aktif yang terkandung dalam daun kelor mampu
merangsang pembentukan sel hati yang baru untuk menggantikan sel hati
yang telah rusak. Jadi jika anda ingin menjaga hati anda dari kerusakan,
jangan ragu untuk mengkonsumsi daun kelor setiap hari.
2. Mencegah diabetes
Penyakit diabetes adalah ancaman bagi masyarakat modern saat ini,
dikarenakan pola hidup yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang
mengandung kadar gula yang tinggi.
Penyakit diabetes adalah akibat melemahnya atau menurunnya fungsi
insulin, hormon pengatur kadar gula darah dalam tubuh. Penelitian
menyebutkan bahwa seseorang yang kekurangan Vitamin D memiliki resiko
yang tinggi menderita penyakit diabetes karena vitamin ini diperlukan
oleh sel islet dalam pankreas untuk memproduksi insulin.
Daun kelor mengandung kadar vitamin D yang tinggi dan asam askorbat
yang juga berperan dalam proses sekresi insulin. Mengkonsumsi daun kelor
setiap hari dapat membantu anda dan keluarga anda terhindar dari
penyakit diabetes terutama jika anda memiliki riwayat keluarga dengan
penyakit tersebut.
3. Menghilangkan nyeri pada rematik
Image: urcg.me
Penyakit rematik atau nyeri sendi dapat menyerang siapa saja dan rasa
sakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.
Daun tanaman kelor mengandung senyawa kolkisin yang merupakan
kelompok alkaloid. Senyawa ini mampu menurunkan rasa nyeri akibat
penyakit rematik dikarenakan memiliki khasiat anti peradangan atau anti
inflamasi. Efek yang ditimbulkan kolkisin cukup cepat yakni antara 0,5 –
2 jam setelah rasa sakit datang.
Saat terjadi peradangan dan timbul rasa sakit, anda bisa mengkonsumsi
daun kelor untuk mengurangi rasa sakitnya. Dibanding dengan obat-obatan
kimia, daun kelor tidak memiliki efek samping yang berbahaya.
4. Memperkuat kekebalan tubuh
Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah salah satu sistem
organ penting dalam tubuh yang berfungsi mempertahankan tubuh dari
serangan penyakit, termasuk kuman dan paparan zat berbahaya seperti
racun, radikal bebas maupun zat kimia.
Daun kelor mengandung senyawa klorofil atau zat hijau daun yang telah
terbukti berperan dalam proses detoksifikasi racun dan mampu
meningkatkan kekebalan tubuh. Daun kelor mengandung klorofil dengan
konsentrasi yang lebih tinggi dibanding sayuran lainnya, dimana kadar
klorofil yang tinggi tersebut bermanfaat sekali bagi kesehatan.
Penelitian menyebutkan bahwa daun kelor mengandung 162 mg klorofi;
per 8 gram serbuk kering. Selain itu, daun kelor juga mengandung kadar
polyfenol dalam konsentrasi yang cukup tinggi.
Senyawa polyfenol dikenal mampu meningkatkan respon imun atau reaksi
sel kekebalan tubuh untuk menangkal radikal bebas dan kuman penyebab
penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
5. Menurunkan tekanan darah tinggi
Image: www.eyriesalud.com
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyebab serangan jantung dan stroke.
Tekanan darah tinggi terjadi akibat menyempitnya pembuluh arteri yang disebabkan oleh plak atau akumulasi kolesterol.
Daun kelor dapat membantu menurunkan tekanan darah karena mengandung
senyawa kalium yang mampu melebarkan pembuluh darah dan mempengaruhi
hormon vasopressin atau hormon pengontrol tekanan darah.
Dalam penelitian juga disebutkan bahwa kadar kalium dalam daun kelor
lima belas kali lipat lebih tinggi dibanding kalium pada pisang. Selain
itu daun kelor juga kaya akan magnesium yang dapat merangsang relaksasi
otot polos pada pembuluh darah.
6. Mencegah penyakit jantung
Penyakit jantung adalah salah satu musuh terbesar kita karena
penyakit ini dapat membunuh seseorang secara tiba-tiba, baik pada usia
muda maupun tua.
Banyak faktor yang meningkatkan resiko penyakit jantung, diantaranya
adalah kurangnya konsumsi asam lemak yang baik bagi jantung dan
tingginya asupan kolesterol dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa
asam lemak omega 3 memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan sel dalam
jantung dan pembuluh darah sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat
dalam darah.
Tidak seperti sayuran lainnya, daun kelor mengandung kadar asam lemak
omega 3 yang cukup tinggi bahkan 10 kali lebih banyak dibandingkan
kadar asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan salmon.
7. Merangsang produksi ASI
Image: www.medicaldaily.com
Banyak ibu menyusui yang rutin mengkonsumsi daun katuk untuk
meningkatkan produksi ASI namun hanya sedikit yang mengetahui bahwa daun
kelor juga memiliki fungsi yang sama dengan daun tanaman katuk.
Studi membuktikan bahwa daun kelor mengandung senyawa Galactagogues
yang mampu merangsang produksi hormon prolaktin pada ibu yang baru
melahirkan. Hormon prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi
ASI dalam tubuh seorang wanita. Baca juga:Ciri-ciri orang hamil yang jarang diketahui
Daun kelor dapat diberikan pada ibu yang baru melahirkan setelah 3
hari untuk merangsang produksi ASI. Daun kelor juga direkomendasikan
untuk dikonsumsi bagi ibu menyusui yang sulit mengeluarkan ASI dan ingin
memberikan ASI ekslusif kepada bayinya tanpa tambahan susu formula.
8. Mencegah dan mengobati kanker
Julukan the tree of life memang pantas disandang oleh
tanaman kelor karena ternyata daun tanaman kelor tidak hanya mencegah
dan mengatasi penyakit ringan, akan tetapi membantu mencegah dan
mengobati penyakit ganas seperti kanker.
Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan yang terjadi
pada sel dan menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali dan menyerang sel
pada organ tubuh lainnya. Daun kelor mengandung senyawa isothiocyanate
benzil yang mampu mencegah pembentukan sel tumor dan kanker. Banyak
penelitian ilmiah yang telah membuktikan efek daun kelor terhadap
pertumbuhan sel tumor dan kanker.
Mengkonsumsi daun kelor secara rutin dapat mencegah timbulnya
penyakit kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Selain
itu, daun kelor mengandung lebih dari 40 jenis antioksidan yang dapat
melawan efek radikal bebas yang dapat menyebabkan mutasi dan kelainan
pada sel.
9. Menyembuhkan batu ginjal
Image: www.health.harvard.eduBatu ginjal
atau gallstone adalah salah satu kelainan yang terjadi pada organ
ginjal akibat akumulasi zat-zat sisa yang tidak dapat disaring oleh
organ ginjal.
Jika dibiarkan batu ginjal dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau yang dikenal dengan sebutan gagal ginjal. Daun kelor mengandung beberapa senyawa kimia seperti seperti alkalid moringin, moringinan dan pterigospermin.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk mempelajari efek zat-zat
tersebut dan penelitian tersebut melaporkan bahwa daun kelor memiliki
kemampuan untuk menghancurkan batu yang mengendap dalam ginjal.
Daun kelor juga mampu merangsang urinasi atau produksi urin serta menghancurkan batu yang terbentuk dalam kandung kemih.
10. Mencegah penuaan kulit
Salah satu manfaat daun kelor lainnya adalah mencegah penuaan pada
kulit. Daun kelor mengandung sitokinin, suatu hormon alami dalam tubuh
yang merangsang pembelahan, pertumbuhan sel, dan proses penuaan.
Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa hormon sitokinin mampu
mencegah penuaan atau bertindak sebagai zat anti-aging dalam tubuh.
Hormon ini bekerja dengan cara mempengaruhi siklus pergantian sel pada
kulit dan mempercepat pergantian sel kulit mati dengan sel yang baru
yang umumnya berlangsung sekitar 300 hari.
Hal inilah yang membuat daun kelor dapat mencegah munculnya kerutan
pada wajah dan area kulit lainnya. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam
daun kelor juga dapat merangsang produksi kolagen yang mampu menjaga
kekencangan dan kekenyalan kulit.
11. Mencegah anemia
Image: www.empowher.com
Anemia atau yang dikenal dengan penyakit kurang darah adalah suatu
kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah akibat terhambatnya
produksi hemoglobin.
Penyakit anemia biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi
yang merupakan mineral penting dalam pembentukan hemoglobin dan sel
darah merah.
Daun kelor mengandung kadar zat besi yang lebih tinggi dari daun bayam dan dapat digunakan untuk mengatasi penyakit anemia pada seseorang.
12. Meringankan gejala penyakit autoimun
Penyakit autoimun atau autoimunitas adalah kegagalan sistem tubuh
untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri dan menyerang sel atau organ
normal tersebut.
Penyakit autoimun meliputi penyakit Coeliac, arthritis, diabetes
melitus tipe 1, dan penyakit lupus. Daun kelor mengandung senyawa
Cystein yang dapat membantu proses detoksifikasi racun dalam tubuh.
Racun inilah yang menyebabkan peradangan dalam tubuh dan merangsang
respon sistem imun yang berlebihan.
Proses detoksifikasi tersebut mampu menenangkan sistem imun atau
kekebalan tubuh agar tidak terlalu kuat dalam merespon racun sehingga
berakibat pada sel atau jaringan normal yang lainnya.
13. Menjaga kesehatan mata
Image: www.bowen4me.com
Mungkin anda akan terkejut jika mengetahui bahwa daun kelor
mengandung kadar vitamin A dan beta karoten empat kali lebih besar
dibandingkan wortel.
Hal ini memang benar adanya karena daun kelor mengandung vitamin A
dan beta karoten dalam konsentrasi yang tinggi. Vitamin A dan beta
karoten yang terkandung dalam kelor memiliki peranan penting dalam
menjaga struktur dan fungsi organ mata.
Sebagaimana diketahui bahwa Vitamin A adalah salah satu penyusun sel
batang pada retina mata dan berfungsi mempertahankan penglihatan agar
tetap normal.
Manfaat daun kelor tidak bisa dianggap sepele, kandungan nutrisinya
dapat sangat membantu dalam proses penyembuhan. Anda dapat mengkonsumsi
daun kelor sebagai sayuran atau mengkonsumsinya dalam bentuk ekstrak
daun kelor.
Ada baiknya sebelum mengkonsumsi daun kelor, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa menangani anda.
Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman antara lain dapat
dilakukan dengan panen ubinan. Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil
hamparan. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan
hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi
terakhir yang ada di lapangan.
2. Tentukan luasan ubinan, minimal dua set jajar legowo yang berdekatan.
Luas ubinan paling sedikit dibuat 10 m2 dengan mengambil
ukuran setengah jarak tanam. Jarak tanam dengan pola legowo berbeda
dengan sistem tegel. Oleh karena itu ada beberapa alternatif yang dapat
digunakan: Jika menggunakan pola tanam legowo 2:1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:
Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 10 m = (6 x 0,25 m) x 8 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun
Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (9 x 0,25 m) x 5 m = 11,25 m2 atau setara dengan 240 rumpun
Alternatif 3. 4 set tanaman legowo sepanjang 4 m = (12 x 0,25 m) x 4 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun
Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:
Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan 320 rumpun
Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 288 rumpun
Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 2 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:
Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan 240 rumpun
Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 216 rumpun
3. Tandai luasan yang akan diubin menggunakan ajir.
4. Laksanakan panen pada luasan ubinan tersebut, rontokkan gabahnya, dan bersihkan dari kotoran.
5. Ulangi pelaksanaan ubinan dengan menggunakan minimal 2 atau lebih ulangan.
6. Timbang gabah dan ukur kadar air saat panen.
Konversikan hasil ubinan per ha berdasarkan ukuran luasan maupun
jumlah rumpun, kemudian konversikan kembali hasil gabah yang diperoleh
dalam kadar air 14% (gabah kering giling atau GKG).
Tepat dosis,
salah satu kunci keberhasilan dalam penggunaan pestisida. Mengapa? Karena
setiap pestisida mengandung bahan aktif yang memiliki tingkat toksisitas tertentu. Penggunaannya akan
efektif jika kadar bahan aktif yang diaplikasikan sesuai dengan sasaran. Jika
dosisnya berlebih, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sasaran kemungkinan besar
akan mati. Namun efek sampingnya terlalu besar. Makhluk hidup lain yang terkena
paparan pestisida juga akan mati atau keracunan. Padahal makhluk hidup yang
berada di sekitar tanaman berperan penting dalam menjaga ekosistem. Musuh alami
akan mati, tanah dan air bisa teracuni. Bahan aktifnya bisa menempel pada
tanaman dan kemungkinan terburuknya, sang petani penyemprot justru keracunan.
Jika dosisnya
kurang dari anjuran, kemungkinan OPT tidak akan mati. Hanya mabuk sesaat,
kemudian pulih lagi. Dampaknya OPT justru akan ”membalas” dengan terjadinya
resistensi dan resurjensi. Jadi, solusinya hanya satu. Aplikasi pestisida harus
sesuai anjuran.
Cara termudah
menggunakan pestisida sesuai anjuran adalah dengan membaca petunjuk yang terdapat pada label kemasan. Ini harus selalu ditekankan pada petani, karena
petani hanya menggunakan pestisida sesuai kebiasaan setempat dan terkadang
disama ratakan antar pestisida.
Permasalahannya, dosis yang tercantum di kemasan biasanya
dalam satuan ml/l. Padahal kebiasaan petani menggunakan satuan ”berapa tutup
tiap tank?”. Perbedaan satuan ini membuat bingung dan akhirnya cenderung untuk
mengabaikan anjuran.
Karena itu saya akan coba bahas cara sederhana menghitung
dosisnya pestisida dengan satuan ”tutup/tank”.
Satuan tidak standar sebenarnya, tapi satuan inilah yang mudah difahami :)
Contoh kasus:
Sebuah pestisida
Abrakadabra memiliki dosis anjuran untuk hama penggerek batang 0,75 – 1,5 ml/l.
Cara aplikasi dan volume semprotnya adalah penyemprotan volume tinggi dengan
volume semprot 400-500 l air/ha.
Biasanya
ditampilkan dalam bentuk tabel:
PETUNJUK PENGGUNAAN
Tanaman dan jasad sasaran
Konsentrasi formulasi
Cara Aplikasi & volume semprot
Waktu dan interval aplikasi
Padi
-Penggerek
batang
0,75 – 1,5 ml/l
penyemprotan volume tinggi dengan volume semprot 400-500 l
air/ha.
Saat terjadi serangan….dst
Asumsi:
Konsentrasi formulasi 1,5 ml/l.
Volume semprot 500 l/ha.
Volume tangki rata-rata: 14 l
Tutup pestisida ukuran sedang dengan diameter 3 cm dan
tinggi 1,5 cm, perkiraan volumenya adalah 10 ml. (ini yang ditulis oleh
pabriknya lo ya, jgn dihitung dengan rumus. Karena ketebalan tutup berbeda.
Tapi perkiraan ini bisa dijadikan panduan)
Sebetulnya untuk menentukan dosis tutup/tank sangat mudah. Caranya adalah konsentrasi formulasi x jumlah liter.
Untuk kasus diatas (tank 14 liter) berarti 1,5 x 14 = 21 ml. Setara dengan 2 (dua) tutup/tank.
Sebenarnya sangat mudah. Namun terkadang muncul pertanyaan apa fungsi
volume semprot? Ini digunakan untuk menghitung kebutuhan setiap hektar.
Bisa juga kebutuhan per tanki dihitung dari sini.
Satu ha lahan
membutuhkan : 1,5 x 500
= 750 ml pestisida
Satu ha lahan
membutuhkan : 500/14 = 35,7 dibulatkan 36 tanki air.
Untuk setiap satu
tanki air, membutuhkan : 750/36 = 20 ml pestisida.
Maka setiap tanki
membutuhkan : 20/10 = 2 tutup/tanki
Mudah kan?
Sebagai
panduan kita. Rata-rata tutup kecil volumenya 3 ml. Untuk tutup sedang
volumenya adalah 10 ml.
Dari pengalaman, rata-rata kebutuhan insektisida untuk padi dengan dosis 1-2 ml/l menggunakan tank ukuran 14 liter adalah:
Menteri Pertanian RI, Bapak Amran Sulaiman telah mengunjungi beberapa desa di wilayah kerja BPP Kecamatan Gondang pada Hari Rabu, 29 Juli 2015.
Menteri Amran bersama para petani
Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka melihat langsung kegiatan pertanian di lahan sawah petani. Menteri Pertanian ingin mengetahui secara langsung kendala dan masalah yang dihadapi para petani di lahan. Tiga desa yang dikunjungi di Kecamatan Gondang adalah Desa Ngrendeng, Desa Kiping dan Desa Gondosuli.
Di Desa Ngrendeng Menteri Amran dan rombongan melaksanakan panen padi simbolis bersama Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Bupati Tulungagung, Bapak Sahri Mulyo.
Di Desa Kiping, Menteri Amran beserta Bapak Bupati Tulungagung dan beberapa pejabat lain melaksanakan penanaman benih padi bersama petani. Para petani dari kelompok Ngudi Makmur Desa Kiping telah menyiapkan lokasi lahan dan benih yang akan ditanam.
Arahan menteri untuk para petani
Di Desa Gondosuli, Menteri Amran melihat lokasi bangunan sumur dalam untuk sarana pengairan lahan petani di desa tersebut.
Kunjungan berlangsung cukup singkat yaitu mulai sekitar pukul 15.30 di Desa Ngrendeng, dilanjutkan ke Desa Kiping dan Desa Gondosuli.
Pak Sutijan mewakili petani menyampaikan isi hati
Pada Hari yang sama, pagi harinya Menteri Pertanian telah mengunjungi Desa Munjungan di Kabupaten Trenggalek.
Dalam dialog yang disampaikan, menteri pertanian akan memberikan bantuan pompa air dan mesin tanam padi untuk petani. Mesin panen dan traktor telah diberikan sebelumnya pada waktu kunjungan dirjen prasarana dan sarana, Bapak Gatot Irianto beberapa waktu yang lalu.
Informasi akan adanya kunjungan menteri pertanian kali ini cukup mendadak. Kami di BPP Gondang menerima informasi pada pagi Hari Rabu, 29 Juli 2015.
Pertemuan petani menyambut Mentan RI
Persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat ternyata tidak mengurangi kesuksesan acara. Para petani, pemerintahan desa, dan beberapa pihak yang terkait segera bergerak untuk menyiapkan beberapa sarana yang diperlukan. Dengan serba cepat dan solid, tim gabungan dari penyuluh, staf dinas pertanian dan BUMN dari petrokimia bekerja sama saling mengisi.
Petani juga melaksanakan pertemuan singkat untuk bermusyawarah dan memilih wakil mereka yang akan berbicara dengan Bapak Menteri Pertanian. Mereka juga membahas permasalahan irigasi dan alat mesin pertanian yang selalu membutuhkan perhatian pemerintah. Jika tidak dibantu pemerintah, maka petani tidak akan mampu mengadakan mesin tersebut sendiri. Salah satu yang diinginkan para petani di Desa Kiping adalah alat mesin tanam padi yang dapat menanam lebih cepat daripada ditanam secara manual.
Petugas penyuluh pertanian Desa Kiping, Kepala Desa dan Kontak Tani
Kepala Desa Kiping beserta perangkat, petugas penyuluh lapang dan beberapa orang petani
regu tanam dan babinsa
Babinsa dan mantri tani
Menteri Pertanian dan Bupati Tulungagung
Menteri Amran, Dirjen Tanaman Pangan, Bupati Tulungagung dan para petani melaksanakan tanam padi
Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura
musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada saat-saat tertentu
sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok. Diperparah lagi
dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang seringkali memperparah
kejatuhan harga bawang merah di pasaran.
Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, perlu upaya
untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim. Seiring dengan pembatasan
kegiatan budidaya di musim-musim puncak.
Budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam
sehari. Tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0
hingga 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman
bawang merah berkisar 25-32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang
dikehendaki sekitar pH 5,6-7.
Kali ini alamtani mencoba menguraikan langkah-langkah teknis yang perlu
disiapkan untuk melakukan usaha budidaya bawang merah. Cara menanam bawang
merah ini disarikan dari pengalaman para petani bawang di Brebes, Jawa Tengah.
Berebes merupakan salah satu sentra budidaya bawang merah terbesar di
Indonesia.
Benih bawang merah
Varietas
benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal hingga benih
hibrida impor. Bentuk benihnya ada yang dari biji, ada juga berupa umbi.
Kebanyakan budidaya bawang merah di sentra-sentra produksi menggunakan umbi
sebagai benih.
Benih bawang
merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk
dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik
setidaknya telah disimpan 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan
bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.
Kebutuhan
benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan
jarak tanam. Untuk jarak tanam 20×20 dengan bobot umbi 5 gram dibutuhkan
sekitar 1,4 ton benih per hektar. Untuk bobot yang sama dengan jarak tanam
15×15 dibutuhkan 2,4 ton per hektar. Bila bobot umbi lebih kecil, kebutuhan
umbi per hektarnya lebih sedikit lagi.
Pengolahan tanah dan penanaman
Tanah dibuat
bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesusai dengan
kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50
cm. Cangkul bedengan sedalam 20 cm, gemburkan tanahnya. Bentuk permukaan atau
bagian atas bedengan rata, tidak melengkung.
Tambahkan
kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton per hektar apabila keasaman tanah kurang
dari pH 5,6. Penambahan kapur setidaknya diberikan 2 minggu sebelum tanam.
Gunakan
15-20 pupuk kompos
atau pupuk
kandang sebagai pupuk dasar. Tebarkan pupuk di atas bedengan dan
aduk dengan tanah hingga merata. Bisa juga ditambahkan urea, ZA, SP-36 dan KCL
sebanyak 47 kg, 100 kg, 311 kg dan 56 kg setiap hektarnya. Campur pupuk buatan
tersebut sebelum diaplikasikan. Biarkan selama satu minggu sebelum bedengan
ditanami.
Siapkan
benih atau umbi bawang merah yang siap tanam. Apabila umur umbi masih kurang
dari 2 bulan, lakukan pemogesan terlebih dahulu. Pemogesan adalah pemotongan
bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm. Fungsinya untuk memecahkan masa dorman dan
mempercepat tumbuhnya tananaman.
Jarak tanam
untuk budidaya bawang merah pada saat musim kemarau dipadatkan hingga 15×15 cm.
Sedangkan pada musim hujan setidaknya dibuat hingga 20×20 cm. Benih bawang
merah ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi kedalam tanah.
Perawatan budidaya bawang merah
Penyiraman
pada budidaya bawang merah hendaknya dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan
sore. Setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari. Setelah itu, frekuensi
penyiraman bisa dikurangi hingga satu hari sekali.
Pemupukan
susulan diberikan setelah tanaman bawang merah berumur 2 minggu. Jenis pupuk
terdiri dari campuran urea, ZA, dan KCl yang diaduk rata. Komposisi
masing-masing pupuk sebanyak 93 kg, 200 kg dan 112 kg untuk setiap hektarnya.
Pemupukan susulan selanjutnya diberikan pada minggu ke-5 dengan komposisi urea,
ZA, KCl sebanyak 47 kg, 100 kg, 56 kg per hektar. Pemupukan diberikan dengan
membuat garitan disamping tanaman.
Penyiangan
gulma biasanya dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam. Untuk
menghemat biaya, lakukan penyiangan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan.
Namun apabila serangan gulma menghebat, segera lakukan penyiangan tanpa
menunggu pemberian pupuk susulan.
Pengendalian hama dan penyakit
Budidaya
bawang merah mempunyai banyak jenis hama dan penyakit. Namun yang paling sering
menyerang di sentra-sentra produksi adalah hama ulat dan penyakit layu.
Hama ulat (Spodoptera
sp.) menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Bila daun
diteropong terlihat seperti gigitan ulat. Hama ini ditanggulangi dengan
pemungutan manual, ulat dan telur diambil untuk dimusnahkan. Bisa juga dengan
menggunakan feromon sex perangkap, gunakan sebanyak 40 buah per hektar. Bila
serangan menghebat, kerusakan lebih dari 5% per rumpun daun, semprot dengan
insektisida yang berbahan aktif klorfirifos.
Penyakit
layu fusarium, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan seperti
terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman
yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.
Panen budidaya bawang merah
Ciri-ciri
budidaya bawang merah siap panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Atau,
lakukan pemeriksaan umbi secara acak. Khusus untuk pembenihan umbi, tingkat
kerebahan harus mencapai lebih dari 90%.
Budidaya
bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-70 hari sejak tanam.
Produktivitas bawang merah dangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan,
iklim, cuaca dan varietas. Di Indonesia, produktivitas budidaya bawang merah
berkisar 3-12 ton per hektar dengan rata-rata nasional 9,47 ton per hektar.
Umbi bawang
merah yang telah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3
hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau
dipasarkan.