Minggu, 05 Maret 2017

13 Manfaat Daun Kelor

manfaat daun kelor 
 sumber: http://familinia.com/manfaat-daun-kelor/


Tanaman kelor telah lama dikenal sebagai tanaman yang kaya nutrisi dan memiliki khasiat sebagai obat sejak berabad-abad yang lalu. Bahkan masyarakat Mesir kuno telah menggunakan minyak kelor untuk mengobati lebih dari 300 macam penyakit.
Pada tahun 1999, seorang peneliti, Fuglie LJ mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai tanaman kelor dalam buku “The Miracle Tree: Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics”.
Dalam bukunya tersebut ia menyebutkan bahwa daun kelor ternyata mengandung kadar nutrisi yang tinggi seperti vitamin A, vitamin C, Vit B, mineral kalsium, zat besi, kalium, dan protein yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Tidak hanya itu, daun kelor juga mengandung lebih dari 40 antioksidan.

Berbagai manfaat daun kelor

Segudang manfaat daun kelor membawa dampak positif bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, anda perlu menyimak beberapa khasiat daun kelor berikut ini:

1. Mengobati penyakit liver

manfaat daun kelor
Image: www.lifeextension.com
Secara historis, daun kelor telah banyak digunakan di Eropa sebagai salah satu bahan alami pembersih liver atau organ hati.
Daun kelor disebut-sebut memiliki kemampuan Phytotherapy atau kemampuan melindungi organ hati dari kerusakan, seperti penyakit hepatitis dan sirosis. Sebuah penelitian yang dilakukan beberapa ilmuwan di negara Jerman melaporkan bahwa daun kelor mengandung senyawa silymarin yang merupakan agen hepatotoksik atau senyawa yang dapat menetralkan racun penyebab kerusakan hati dan melindunginya dari infeksi penyakit.
Tidak hanya itu, senyawa aktif yang terkandung dalam daun kelor mampu merangsang pembentukan sel hati yang baru untuk menggantikan sel hati yang telah rusak. Jadi jika anda ingin menjaga hati anda dari kerusakan, jangan ragu untuk mengkonsumsi daun kelor setiap hari.

2. Mencegah diabetes

Penyakit diabetes adalah ancaman bagi masyarakat modern saat ini, dikarenakan pola hidup yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi.
Penyakit diabetes adalah akibat melemahnya atau menurunnya fungsi insulin, hormon pengatur kadar gula darah dalam tubuh. Penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang kekurangan Vitamin D memiliki resiko yang tinggi menderita penyakit diabetes karena vitamin ini diperlukan oleh sel islet dalam pankreas untuk memproduksi insulin.
Daun kelor mengandung kadar vitamin D yang tinggi dan asam askorbat yang juga berperan dalam proses sekresi insulin. Mengkonsumsi daun kelor setiap hari dapat membantu anda dan keluarga anda terhindar dari penyakit diabetes terutama jika anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

3. Menghilangkan nyeri pada rematik

khasiat daun kelor
Image: urcg.me
Penyakit rematik atau nyeri sendi dapat menyerang siapa saja dan rasa sakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.
Daun tanaman kelor mengandung senyawa kolkisin yang merupakan kelompok alkaloid. Senyawa ini mampu menurunkan rasa nyeri akibat penyakit rematik dikarenakan memiliki khasiat anti peradangan atau anti inflamasi. Efek yang ditimbulkan kolkisin cukup cepat yakni antara 0,5 – 2 jam setelah rasa sakit datang.
Saat terjadi peradangan dan timbul rasa sakit, anda bisa mengkonsumsi daun kelor untuk mengurangi rasa sakitnya. Dibanding dengan obat-obatan kimia, daun kelor tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

4. Memperkuat kekebalan tubuh

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah salah satu sistem organ penting dalam tubuh yang berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit, termasuk kuman dan paparan zat berbahaya seperti racun, radikal bebas maupun zat kimia.
Daun kelor mengandung senyawa klorofil atau zat hijau daun yang telah terbukti berperan dalam proses detoksifikasi racun dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Daun kelor mengandung klorofil dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibanding sayuran lainnya, dimana kadar klorofil yang tinggi tersebut bermanfaat sekali bagi kesehatan.
Penelitian menyebutkan bahwa daun kelor mengandung 162 mg klorofi; per 8 gram serbuk kering. Selain itu, daun kelor juga mengandung kadar polyfenol dalam konsentrasi yang cukup tinggi.
Senyawa polyfenol dikenal mampu meningkatkan respon imun atau reaksi sel kekebalan tubuh untuk menangkal radikal bebas dan kuman penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

5. Menurunkan tekanan darah tinggi

manfaat daun kelor
Image: www.eyriesalud.com
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyebab serangan jantung dan stroke.
Tekanan darah tinggi terjadi akibat menyempitnya pembuluh arteri yang disebabkan oleh plak atau akumulasi kolesterol. Daun kelor dapat membantu menurunkan tekanan darah karena mengandung senyawa kalium yang mampu melebarkan pembuluh darah dan mempengaruhi hormon vasopressin atau hormon pengontrol tekanan darah.
Dalam penelitian juga disebutkan bahwa kadar kalium dalam daun kelor lima belas kali lipat lebih tinggi dibanding kalium pada pisang. Selain itu daun kelor juga kaya akan magnesium yang dapat merangsang relaksasi otot polos pada pembuluh darah.

6. Mencegah penyakit jantung

Penyakit jantung adalah salah satu musuh terbesar kita karena penyakit ini dapat membunuh seseorang secara tiba-tiba, baik pada usia muda maupun tua.
Banyak faktor yang meningkatkan resiko penyakit jantung, diantaranya adalah kurangnya konsumsi asam lemak yang baik bagi jantung dan tingginya asupan kolesterol dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan sel dalam jantung dan pembuluh darah sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Tidak seperti sayuran lainnya, daun kelor mengandung kadar asam lemak omega 3 yang cukup tinggi bahkan 10 kali lebih banyak dibandingkan kadar asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan salmon.

7. Merangsang produksi ASI

merangsang produksi asi
Image: www.medicaldaily.com
Banyak ibu menyusui yang rutin mengkonsumsi daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI namun hanya sedikit yang mengetahui bahwa daun kelor juga memiliki fungsi yang sama dengan daun tanaman katuk.
Studi membuktikan bahwa daun kelor mengandung senyawa Galactagogues yang mampu merangsang produksi hormon prolaktin pada ibu yang baru melahirkan. Hormon prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi ASI dalam tubuh seorang wanita.
Baca juga: Ciri-ciri orang hamil yang jarang diketahui
Daun kelor dapat diberikan pada ibu yang baru melahirkan setelah 3 hari untuk merangsang produksi ASI. Daun kelor juga direkomendasikan untuk dikonsumsi bagi ibu menyusui yang sulit mengeluarkan ASI dan ingin memberikan ASI ekslusif kepada bayinya tanpa tambahan susu formula.

8. Mencegah dan mengobati kanker

Julukan the tree of life memang pantas disandang oleh tanaman kelor karena ternyata daun tanaman kelor tidak hanya mencegah dan mengatasi penyakit ringan, akan tetapi membantu mencegah dan mengobati penyakit ganas seperti kanker.
Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan yang terjadi pada sel dan menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali dan menyerang sel pada organ tubuh lainnya. Daun kelor mengandung senyawa isothiocyanate benzil yang mampu mencegah pembentukan sel tumor dan kanker. Banyak penelitian ilmiah yang telah membuktikan efek daun kelor terhadap pertumbuhan sel tumor dan kanker.
Mengkonsumsi daun kelor secara rutin dapat mencegah timbulnya penyakit kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Selain itu, daun kelor mengandung lebih dari 40 jenis antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas yang dapat menyebabkan mutasi dan kelainan pada sel.

9. Menyembuhkan batu ginjal

khasiat daun kelor
Image: www.health.harvard.edu
Batu ginjal atau gallstone adalah salah satu kelainan yang terjadi pada organ ginjal akibat akumulasi zat-zat sisa yang tidak dapat disaring oleh organ ginjal.
Jika dibiarkan batu ginjal dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau yang dikenal dengan sebutan gagal ginjal. Daun kelor mengandung beberapa senyawa kimia seperti seperti alkalid moringin, moringinan dan pterigospermin.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk mempelajari efek zat-zat tersebut dan penelitian tersebut melaporkan bahwa daun kelor memiliki kemampuan untuk menghancurkan batu yang mengendap dalam ginjal.
Daun kelor juga mampu merangsang urinasi atau produksi urin serta menghancurkan batu yang terbentuk dalam kandung kemih.

10. Mencegah penuaan kulit

Salah satu manfaat daun kelor lainnya adalah mencegah penuaan pada kulit. Daun kelor mengandung sitokinin, suatu hormon alami dalam tubuh yang merangsang pembelahan, pertumbuhan sel, dan proses penuaan.
Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa hormon sitokinin mampu mencegah penuaan atau bertindak sebagai zat anti-aging dalam tubuh. Hormon ini bekerja dengan cara mempengaruhi siklus pergantian sel pada kulit dan mempercepat pergantian sel kulit mati dengan sel yang baru yang umumnya berlangsung sekitar 300 hari.
Hal inilah yang membuat daun kelor dapat mencegah munculnya kerutan pada wajah dan area kulit lainnya. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam daun kelor juga dapat merangsang produksi kolagen yang mampu menjaga kekencangan dan kekenyalan kulit.

11. Mencegah anemia

mencegah-anemia
Image: www.empowher.com
Anemia atau yang dikenal dengan penyakit kurang darah adalah suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah akibat terhambatnya produksi hemoglobin.
Penyakit anemia biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi yang merupakan mineral penting dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.
Daun kelor mengandung kadar zat besi yang lebih tinggi dari daun bayam dan dapat digunakan untuk mengatasi penyakit anemia pada seseorang.

12. Meringankan gejala penyakit autoimun

Penyakit autoimun atau autoimunitas adalah kegagalan sistem tubuh untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri dan menyerang sel atau organ normal tersebut.
Penyakit autoimun meliputi penyakit Coeliac, arthritis, diabetes melitus tipe 1, dan penyakit lupus. Daun kelor mengandung senyawa Cystein yang dapat membantu proses detoksifikasi racun dalam tubuh. Racun inilah yang menyebabkan peradangan dalam tubuh dan merangsang respon sistem imun yang berlebihan.
Proses detoksifikasi tersebut mampu menenangkan sistem imun atau kekebalan tubuh agar tidak terlalu kuat dalam merespon racun sehingga berakibat pada sel atau jaringan normal yang lainnya.

13. Menjaga kesehatan mata

manfaat daun kelor
Image: www.bowen4me.com
Mungkin anda akan terkejut jika mengetahui bahwa daun kelor mengandung kadar vitamin A dan beta karoten empat kali lebih besar dibandingkan wortel.
Hal ini memang benar adanya karena daun kelor mengandung vitamin A dan beta karoten dalam konsentrasi yang tinggi. Vitamin A dan beta karoten yang terkandung dalam kelor memiliki peranan penting dalam menjaga struktur dan fungsi organ mata.
Sebagaimana diketahui bahwa Vitamin A adalah salah satu penyusun sel batang pada retina mata dan berfungsi mempertahankan penglihatan agar tetap normal.
Manfaat daun kelor tidak bisa dianggap sepele, kandungan nutrisinya dapat sangat membantu dalam proses penyembuhan. Anda dapat mengkonsumsi daun kelor sebagai sayuran atau mengkonsumsinya dalam bentuk ekstrak daun kelor.
Ada baiknya sebelum mengkonsumsi daun kelor, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa menangani anda.

http://familinia.com/manfaat-daun-kelor/

Rabu, 17 Agustus 2016

Cara Ubinan Jajar Legowo


Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman antara lain dapat dilakukan dengan panen ubinan. Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi terakhir yang ada di lapangan.
2. Tentukan luasan ubinan, minimal dua set jajar legowo yang berdekatan.
Luas ubinan paling sedikit dibuat 10 m2 dengan mengambil ukuran setengah jarak tanam. Jarak tanam dengan pola legowo berbeda dengan sistem tegel. Oleh karena itu ada beberapa alternatif yang dapat digunakan:
Jika menggunakan pola tanam legowo 2:1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:
  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 10 m = (6 x 0,25 m) x 8 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (9 x 0,25 m) x 5 m = 11,25 m2 atau setara dengan 240 rumpun
  • Alternatif 3. 4 set tanaman legowo sepanjang 4 m = (12 x 0,25 m) x 4 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun

Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:
  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan 320 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 288 rumpun

Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 2 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:
  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan  240 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 216 rumpun

3. Tandai luasan yang akan diubin menggunakan ajir.
4. Laksanakan panen pada luasan ubinan tersebut, rontokkan gabahnya, dan bersihkan dari kotoran.
5. Ulangi pelaksanaan ubinan dengan menggunakan minimal 2 atau lebih ulangan.
6. Timbang gabah dan ukur kadar air saat panen.
Konversikan hasil ubinan per ha berdasarkan ukuran luasan maupun jumlah rumpun, kemudian konversikan kembali hasil gabah yang diperoleh dalam kadar air 14% (gabah kering giling atau GKG).

sumber:  http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/content/214-cara-ubinan-jajar-legowo

Minggu, 21 Februari 2016

CARA MENENTUKAN DOSIS PESTISIDA ALA PETANI

 Tepat dosis, salah satu kunci keberhasilan dalam penggunaan pestisida. Mengapa? Karena setiap pestisida mengandung bahan aktif yang memiliki tingkat toksisitas tertentu. Penggunaannya akan efektif jika kadar bahan aktif yang diaplikasikan sesuai dengan sasaran. Jika dosisnya berlebih, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sasaran kemungkinan besar akan mati. Namun efek sampingnya terlalu besar. Makhluk hidup lain yang terkena paparan pestisida juga akan mati atau keracunan. Padahal makhluk hidup yang berada di sekitar tanaman berperan penting dalam menjaga ekosistem. Musuh alami akan mati, tanah dan air bisa teracuni. Bahan aktifnya bisa menempel pada tanaman dan kemungkinan terburuknya, sang petani penyemprot justru keracunan.
Jika dosisnya kurang dari anjuran, kemungkinan OPT tidak akan mati. Hanya mabuk sesaat, kemudian pulih lagi. Dampaknya OPT justru akan ”membalas” dengan terjadinya resistensi dan resurjensi. Jadi, solusinya hanya satu. Aplikasi pestisida harus sesuai anjuran.
Cara termudah menggunakan pestisida sesuai anjuran adalah dengan membaca petunjuk yang terdapat pada label kemasan. Ini harus selalu ditekankan pada petani, karena petani hanya menggunakan pestisida sesuai kebiasaan setempat dan terkadang disama ratakan antar pestisida.
Permasalahannya, dosis yang tercantum di kemasan biasanya dalam satuan ml/l. Padahal kebiasaan petani menggunakan satuan ”berapa tutup tiap tank?”. Perbedaan satuan ini membuat bingung dan akhirnya cenderung untuk mengabaikan anjuran. 

Karena itu saya akan coba bahas cara sederhana menghitung dosisnya pestisida dengan satuan ”tutup/tank”. Satuan tidak standar sebenarnya, tapi satuan inilah yang mudah difahami :)
Contoh kasus:
Sebuah pestisida Abrakadabra memiliki dosis anjuran untuk hama penggerek batang 0,75 – 1,5 ml/l. Cara aplikasi dan volume semprotnya adalah penyemprotan volume tinggi dengan volume semprot 400-500 l air/ha.
Biasanya ditampilkan dalam bentuk tabel:
PETUNJUK PENGGUNAAN
Tanaman dan jasad sasaran
Konsentrasi formulasi
Cara Aplikasi & volume semprot
Waktu dan interval aplikasi
Padi
-Penggerek batang
0,75 – 1,5 ml/l
penyemprotan volume tinggi dengan volume semprot 400-500 l air/ha.
Saat terjadi serangan….dst
 
Asumsi:
  • Konsentrasi formulasi 1,5 ml/l.
  • Volume semprot 500 l/ha.
  • Volume tangki rata-rata: 14 l
  • Tutup pestisida ukuran sedang dengan diameter 3 cm dan tinggi 1,5 cm, perkiraan volumenya adalah 10 ml. (ini yang ditulis oleh pabriknya lo ya, jgn dihitung dengan rumus. Karena ketebalan tutup berbeda. Tapi perkiraan ini bisa dijadikan panduan)
Sebetulnya untuk menentukan dosis tutup/tank sangat mudah. Caranya adalah konsentrasi formulasi x jumlah liter.

Untuk kasus diatas (tank 14 liter)  berarti 1,5 x 14 = 21 ml. Setara dengan 2 (dua) tutup/tank.

Sebenarnya sangat mudah. Namun terkadang muncul pertanyaan apa fungsi volume semprot? Ini digunakan untuk menghitung kebutuhan setiap hektar. Bisa juga kebutuhan per tanki dihitung dari sini. 
Satu ha lahan membutuhkan                   : 1,5 x 500       =  750 ml pestisida
Satu ha lahan membutuhkan                   : 500/14           = 35,7 dibulatkan 36  tanki air.
Untuk setiap satu tanki air, membutuhkan : 750/36           = 20 ml pestisida.
Maka setiap tanki membutuhkan              : 20/10             = 2 tutup/tanki
Mudah kan?
Sebagai panduan kita. Rata-rata tutup kecil volumenya 3 ml. Untuk tutup sedang volumenya adalah 10 ml. 

Dari pengalaman, rata-rata kebutuhan insektisida untuk padi dengan dosis 1-2 ml/l menggunakan tank ukuran 14 liter adalah:
  • Tutup kecil (3-5 ml)   : 4-6 tutup/tank
  • Tutup sedang (10ml) : 2-3 tutup/tank
Semoga bermanfaat. 

Bot Pranadi
http://www.gagaspertanian.com/2012/02/cara-menentukan-dosis-pestisida-ala.html#axzz40s9rrQN6

Rabu, 29 Juli 2015

Kunjungan Menteri Pertanian ke Wilayah Kerja BPP Gondang


Menteri Pertanian RI, Bapak Amran Sulaiman telah mengunjungi beberapa desa di wilayah kerja BPP Kecamatan Gondang pada Hari Rabu, 29 Juli 2015.
Menteri Amran bersama para petani
Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka melihat langsung kegiatan pertanian di lahan sawah petani. Menteri Pertanian ingin mengetahui secara langsung kendala dan masalah yang dihadapi para petani di lahan. Tiga desa yang dikunjungi di Kecamatan Gondang adalah Desa Ngrendeng, Desa Kiping dan Desa Gondosuli.
 
Di Desa Ngrendeng Menteri Amran dan rombongan melaksanakan panen padi simbolis bersama Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Bupati Tulungagung, Bapak Sahri Mulyo.


Di Desa Kiping, Menteri Amran beserta Bapak Bupati Tulungagung dan beberapa pejabat lain melaksanakan penanaman benih padi bersama petani. Para petani dari kelompok Ngudi Makmur Desa Kiping telah menyiapkan lokasi lahan dan benih yang akan ditanam.

Arahan menteri untuk para petani
Di Desa Gondosuli, Menteri Amran melihat lokasi bangunan sumur dalam untuk sarana pengairan lahan petani di desa tersebut.

Kunjungan berlangsung cukup singkat yaitu mulai sekitar pukul 15.30 di Desa Ngrendeng, dilanjutkan ke Desa Kiping dan Desa Gondosuli.


Pak Sutijan mewakili petani menyampaikan isi hati
Pada Hari yang sama, pagi harinya Menteri Pertanian telah mengunjungi Desa Munjungan di Kabupaten Trenggalek.


Dalam dialog yang disampaikan, menteri pertanian akan memberikan bantuan pompa air dan mesin tanam padi untuk petani. Mesin panen dan traktor telah diberikan sebelumnya pada waktu kunjungan dirjen prasarana dan sarana, Bapak Gatot Irianto beberapa waktu yang lalu.




Informasi akan adanya kunjungan menteri pertanian kali ini cukup mendadak. Kami di BPP Gondang menerima informasi pada pagi Hari Rabu, 29 Juli 2015.
Pertemuan petani menyambut Mentan RI
Persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat ternyata tidak mengurangi kesuksesan acara. Para petani, pemerintahan desa, dan beberapa pihak yang terkait segera bergerak untuk menyiapkan beberapa sarana yang diperlukan. Dengan serba cepat dan solid, tim gabungan dari penyuluh, staf dinas pertanian dan BUMN dari petrokimia bekerja sama saling mengisi.  

Petani juga melaksanakan pertemuan singkat untuk bermusyawarah dan memilih wakil mereka yang akan berbicara dengan Bapak Menteri Pertanian. Mereka juga membahas permasalahan irigasi dan alat mesin pertanian yang selalu membutuhkan perhatian pemerintah. Jika tidak dibantu pemerintah, maka petani tidak akan mampu mengadakan mesin tersebut sendiri. Salah satu yang diinginkan para petani di Desa Kiping adalah alat mesin tanam padi yang dapat menanam lebih cepat daripada ditanam secara manual.


Petugas penyuluh pertanian Desa Kiping, Kepala Desa dan Kontak Tani
Kepala Desa Kiping beserta perangkat, petugas penyuluh lapang dan beberapa orang petani

regu tanam dan babinsa

Babinsa dan mantri tani

Menteri Pertanian dan Bupati Tulungagung



Menteri Amran, Dirjen Tanaman Pangan, Bupati Tulungagung  dan para petani melaksanakan tanam padi





Kamis, 23 Juli 2015

Budidaya Bawang Merah




Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada saat-saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok. Diperparah lagi dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang seringkali memperparah kejatuhan harga bawang merah di pasaran.
Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim. Seiring dengan pembatasan kegiatan budidaya di musim-musim puncak.
Budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25-32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang dikehendaki sekitar pH 5,6-7.
Kali ini alamtani mencoba menguraikan langkah-langkah teknis yang perlu disiapkan untuk melakukan usaha budidaya bawang merah. Cara menanam bawang merah ini disarikan dari pengalaman para petani bawang di Brebes, Jawa Tengah. Berebes merupakan salah satu sentra budidaya bawang merah terbesar di Indonesia.
Benih bawang merah
Varietas benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal hingga benih hibrida impor. Bentuk benihnya ada yang dari biji, ada juga berupa umbi. Kebanyakan budidaya bawang merah di sentra-sentra produksi menggunakan umbi sebagai benih.
Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.
Kebutuhan benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan jarak tanam. Untuk jarak tanam 20×20 dengan bobot umbi 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih per hektar. Untuk bobot yang sama dengan jarak tanam 15×15 dibutuhkan 2,4 ton per hektar. Bila bobot umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektarnya lebih sedikit lagi.
Pengolahan tanah dan penanaman
Tanah dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesusai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50 cm. Cangkul bedengan sedalam 20 cm, gemburkan tanahnya. Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung.
Tambahkan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton per hektar apabila keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Penambahan kapur setidaknya diberikan 2 minggu sebelum tanam.
Gunakan 15-20 pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Tebarkan pupuk di atas bedengan dan aduk dengan tanah hingga merata. Bisa juga ditambahkan urea, ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 kg, 100 kg, 311 kg dan 56 kg setiap hektarnya. Campur pupuk buatan tersebut sebelum diaplikasikan. Biarkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami.
Siapkan benih atau umbi bawang merah yang siap tanam. Apabila umur umbi masih kurang dari 2 bulan, lakukan pemogesan terlebih dahulu. Pemogesan adalah pemotongan bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm. Fungsinya untuk memecahkan masa dorman dan mempercepat tumbuhnya tananaman.
Jarak tanam untuk budidaya bawang merah pada saat musim kemarau dipadatkan hingga 15×15 cm. Sedangkan pada musim hujan setidaknya dibuat hingga 20×20 cm. Benih bawang merah ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi kedalam tanah.
Perawatan budidaya bawang merah
Penyiraman pada budidaya bawang merah hendaknya dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan sore. Setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman bisa dikurangi hingga satu hari sekali.
Pemupukan susulan diberikan setelah tanaman bawang merah berumur 2 minggu. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA, dan KCl yang diaduk rata. Komposisi masing-masing pupuk sebanyak 93 kg, 200 kg dan 112 kg untuk setiap hektarnya. Pemupukan susulan selanjutnya diberikan pada minggu ke-5 dengan komposisi urea, ZA, KCl sebanyak 47 kg, 100 kg, 56 kg per hektar. Pemupukan diberikan dengan membuat garitan disamping tanaman.
Penyiangan gulma biasanya dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam. Untuk menghemat biaya, lakukan penyiangan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Namun apabila serangan gulma menghebat, segera lakukan penyiangan tanpa menunggu pemberian pupuk susulan.
Pengendalian hama dan penyakit
Budidaya bawang merah mempunyai banyak jenis hama dan penyakit. Namun yang paling sering menyerang di sentra-sentra produksi adalah hama ulat dan penyakit layu.
Hama ulat (Spodoptera sp.) menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong terlihat seperti gigitan ulat. Hama ini ditanggulangi dengan pemungutan manual, ulat dan telur diambil untuk dimusnahkan. Bisa juga dengan menggunakan feromon sex perangkap, gunakan sebanyak 40 buah per hektar. Bila serangan menghebat, kerusakan lebih dari 5% per rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos.
Penyakit layu fusarium, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan seperti terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.
Panen budidaya bawang merah
Ciri-ciri budidaya bawang merah siap panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Atau, lakukan pemeriksaan umbi secara acak. Khusus untuk pembenihan umbi, tingkat kerebahan harus mencapai lebih dari 90%.
Budidaya bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-70 hari sejak tanam. Produktivitas bawang merah dangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca dan varietas. Di Indonesia, produktivitas budidaya bawang merah berkisar 3-12 ton per hektar dengan rata-rata nasional 9,47 ton per hektar.
Umbi bawang merah yang telah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran  bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

sumber:

http://alamtani.com/budidaya-bawang-merah.html

Minggu, 05 Juli 2015

Pengendalian Tikus Kelompok Sido Makmur Desa Sidomulyo

Tikus (Rattus sp.) mengganggu tanaman pada semua fase pertumbuhan. Pengendalian jumlah populasinya mutlak diperlukan. Jika tidak pernah dikendalikan maka tikus akan sangat banyak jumlahnya dan merugikan petani. Berdasarkan perhitungan matematis sepasang tikus dapat menjadi lebih dari 2000 ekor per tahun jika dibiarkan tanpa musuh alami atau tanpa upaya pengendalian sama sekali. Mengingat musuh alami tikus telah jarang terdapat di alam, maka petani harus sering melakukan tindakan pengendalian secara bersama-sama. 

tikus yang mati

Gropyokan dan cara apapun sering dilakukan petani untuk mengurangi populasi tikus di lahan. Sarana pengendalian berupa racun tikus disediakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. 

Basmikus

Kelompok Sido Makmur Desa Sidomulyo Kecamatan Gondang secara berkala melakukan pengendalian tikus bersama-sama dengan bantuan racun tikus dari Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. 

Basmikus dan Alpostran adalah racun pembunuh tikus yang menggunakan teknik emposan. Petani cukup mencari lubang aktif sarang tikus kemudian membakar racun berbentuk mirip lilin itu. Semua lubang yang berhubungan dengan sarang tikus aktif tersebut ditutup tanah, sehingga keluarga tikus akan mati di dalam sarangnya.

Petani membagi racun tikus Alpostran
Basmikus dan Alpostran
Kekompakan para petani menentukan keberhasilan pengendalian populasi tikus di lahan. Demikian juga pendampingan dari petugas lapangan dan kontak tani untuk mengumpulkan dan menggerakkan para petani.  
 

 Sarang tikus yang masih aktif  dapat dilihat ciri-cirinya dengan adanya gundukan tanah baru di depan lubang tersebut. Selain itu juga terdapat bekas kaki tikus pada gundukan tanah tersebut.

Teknik yang paling mudah bisa dengan menutup dengan tanah semua lubang pada pematang atau di sekitar lahan, sehari sebelum dilakukan emposan. Jika keesokan harinya lubang itu terbuka dan ada bekas jejak kaki tikus, maka itulah lubang aktif.

Musuh alami tikus sebenarnya banyak terdapat di alam. Hanya saja keberadaannya saat ini sangat jarang dan tidak efektif mengendalikan populasi tikus. Beberapa diantaranya yang sering terdapat di sawah yaitu ular sawah, burung hantu, kucing, garangan (rase).

burung hantu

Kucing banyak dipelihara manusia dan diberi makan di rumah dengan makanan yang cukup sehingga tidak berburu tikus sawah. Ular sawah, burung hantu dan rase banyak diburu dan dikoleksi oleh  penghobi dan kolektor hewan. Sebenarnya musuh alami tikus cukup rakus memakan tikus. Tetapi saat ini keberadaan hewan tersebut menjadi langka dan berakibat pada ketidak seimbangan populasi tikus di lahan. Akibatnya tikus merajalela dan merusak tanaman budidaya milik petani.
kucing

ular sawah
garangan