Jumat, 06 September 2019

TEMU TANI ( UPAYA PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT ) DI DESA SEPATAN


TEMU TANI ( UPAYA PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT ) 
DI DESA SEPATAN




Desa Sepatan adalah salah satu desa di Kecamatan Gondang yang memiliki potensi pertanian dengan komoditi tanaman padi. Tanaman padi yang ditanam dengan pola tanam padi-padi-padi (IP 300) menjadikan petani Desa Sepatan harus pandai-pandai mengendalikan hama dan penyakit tanaman padi.
Pertengahan bulan Agustus kemarin pada beberapa hamparan padi mulai muncul serangan hama yang menjadi momok petani dimanapun yaitu Wereng Batang Coklat (WBC). Pada bulan ini (Sepetember) bagi desa-desa yang memasuki awal musim tanam harus waspada terhadap serangan hama ini.
Sebagai usaha mengendalikan WBC tanaman padi maka pada hari Sabtu, 6 September 2019 dilaksanakan kegiatan Temu Tani oleh perusahaan pestisida Corteva yang bertempat di Balai Desa Sepatan dihadiri oleh PPL Desa Sepatan, Petugas POPT, Kelompok Tani Desa Sepatan dan  kurang lebih 150 petani dari beberapa desa.
Hama wereng coklat merupakan hama utama padi yang dapat menyebabkan menurunnya produktifitas bahkan gagal panen (puso). Gejala serangan wereng coklat menjadikan tanaman padi mengering atau hopperburn karena wereng coklat menghisap cairan tanaman padi bahkan WBC dapat menularkan virus kerdil runput maupun kerdil hampa. Siklus hidup wereng coklat yang kurang lebih 28 hari menjadikan petani harus melakukan pengamatan secara intensif. Hama wereng coklat memiliki keistimewaan semua stadianya menyereng tanaman padi.
WBC berkembangbiak secara sexual, masa pra peneluran 3-4 hari untuk brakiptera (bersayap kerdil) dan 3-8 hari untuk makroptera (bersayap panjang). Telur biasanya diletakkan pada jaringan pangkal pelepah daun, tetapi kalau populasinya tinggi telur diletakkan di ujung pelepah dan tulang daun. Telur diletakkan berkelompok, satu kelompok telur terdiri dari 3-21 butir.Satu ekor betina mampu meletakkan telur 100-500 butir. Telur menetas setelah 7-10 hari. Muncul wereng muda yang disebut nimfa dengan masa hidup 12-15 hari dan setelah fase ini menjadi wereng dewasa.Dalam perkembangan hidupnya, wereng batang coklat mempunyai tiga stadium pertumbuhan yaitu stadium telur, nimfa dan dewasa.
Nimfa mengalami lima instar, dan rata-rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan periode nimfa adalah 12.82 hari. Nimfa dapat berkembang menjadi dua bentuk wereng dewasa. Bentuk pertama adalah makroptera (bersayap panjang) yaitu wereng batang coklat yang mempunyai sayap depan dan sayap belakng normal. Bentuk kedua adalah brakiptera (bersayap kerdil) yaitu wereng batang coklat dewasa yang mempunyai sayap depan dan sayap belakang tumbuh tidak normal, terutama sayap belakang sangat rudimenter.
Pada daerah lain stadium telur membutuhkan waktu antara 7-11 hari. Nimfa yang baru menetas berwarna keputihan dan berangsur menjadi coklat. Stadium nimfa terjadi 5 kali pergantian kulit dan waktu yang dibutuhkan pada masing-masing instar adalah 2-4 hari (lihat gambar 2) Wereng batang coklat dewasa mempunyai dua bentuk, sayap panjang (makroptera) dan sayap pendek (brakiptera). Bentuk makroptera merupakan indikator populasi pendatang dan emigrasi, sedangkan brakiptera populasi penetap.Suhu optimum untuk perkembangan antara 18-280C.
Beberapa teknik pengendalian WBC diantaranya :
1.      Tanam Padi Secara Serentak
Tanam padi secara serentak dalam areal yang luas tidak dibatasi oleh batas administrasi.  Wereng coklat imigran terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan.  Bila suatu daerah panen atau puso maka wereng makroptera (bersayap panjang) akan terbang bermigrasi mencari tanaman muda dalam populasi tinggi, hinggap  (landing) dan berkembang biak pada tanaman padi muda.  Bila areal tempat migrasi sempit, maka populasi imigran akan padat.
2.      Penggunaan Varietas Tahan
Penggunaan varietas tahan disesuaikan dengan keberadaan biotipe wereng coklat yang ada di lapangan. Saat ini, biotipe wereng coklat yang berkembang di lapang didominasi oleh biotipe 3 dan dibeberapa tempat telah ada biotipe 4 sehingga memerlukan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki ketahanan terhadap biotipe tersebut. Badan Litbang Pertanian telah menyediakan beberapa VUB yang tahan terhadap biotipe tersebut, yaitu Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33.
3.      Waktu Pesemaian  Padi
Penetapan waktu pesemaian ditentukan oleh kapan puncak wereng imigran yang tertangkap lampu perangkap.  Bila datangnya wereng imigran tidak tumpang tindih antara generasi maka  pesemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran. 
Bila datangnya wereng dari generasi yang tumpang tindih, maka akan terjadi bimodal (dua puncak). Pesemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran ke-2.
4.      Pengamatan Wereng Coklat di Pertanaman
Pengamatan atau Monitoring wereng coklat  pada 1-2 minggu sekali. Ambil  contoh 20 rumpun arah diagonal.  Hitung jumlah wereng coklat pada minggu ke- i (Ai) dan musuh alami laba-laba + Paederus +Ophionea+Coccinella pada minggu ke-i (Bi) dan Cyrtorhinus pada minggu ke-i (Ci).
5.      Penggunaan Insektisida
Penggunaan insektisida harus memperhatikan berbagai factor, antara lain:
·         Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang padi.
·         Tepat dosis dan jenisnya yaitu yang berbahan aktif Pymetrozine, dinotefuran.
·         Tidak melawan arah angin. (anis)