Minggu, 30 September 2012

KANDANG UNTUK TERNAK KAMBING




Kandang mutlak diperlukan dalam usaha peternakan kambing yang dilakukan secara intensif maupun semi intensif. Kandang dan perlengkapannya termasuk tempat pakan, tempat minum, harus sudah disediakan sebelum pengadaan ternak dilakukan.

Fungsi kandang adalah sebagai berikut :
1.  Untuk melindungi ternak dari pemangsa  (mis: binatang buas) dan kondisi lingkungan yang ekstrim (mis: suhu terlalu panas/dingin, angin kencang, dll).
2. Mencegah ternak kambing agar tidak merusak tanaman, mengingat kambing suka memakan tanaman yang masih muda.
3.    Tempat untuk makan, minum dan istirahat kambing.
4.    Tempat untuk kawin dan beranak.
5.    Tempat untuk merawat ternak yang sakit.
6.    Untuk memudahkan pengontrolan ternak kambing.

Selasa, 24 Juli 2012

FARMERS FIELD DAY (FFD) PUPUK ORGANIK


 Pupuk Organik Siap Panen
Pada hari Kamis tanggal 12 Juli 2012, telah diadakan FFD pupuk organik di Poktan Tirto Kencono I Desa Kendal. Bertempat di rumah salah satu petani telah diadakan praktek pembuatan pupuk organik dengan starter EM4 dan Semanggi pada tanggal 21 Juni 2012. Praktek pembuatan pupuk organik dipandu oleh Penyuluh Pertanian Desa Kendal Faries Suluh L.P., STP.  Setelah melalui proses selama 7 hari, yang menggunakan starter EM4 dapat dipanen. Sedangkan starter Semanggi membutuhkan proses selama 21 hari.

Kamis, 12 Juli 2012

PELATIHAN EDITING GAMBAR


Peserta Pelatihan Editing Gambar
            Bertempat di ruang pertemuan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Tulungagung, pada tanggal 4 hingga 6 Juli 2012 diadakan pelatihan editing gambar bagi penyuluh pertanian. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari. Dua hari untuk kegiatan pembelajaran di kelas dan satu hari untuk kegiatan praktek di lapangan. Peserta sebanyak 40 orang, perwakilan dari tiap Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Rabu, 27 Juni 2012

PAMERAN AGROBISNIS

Penjelasan teknik vertikultur ke Ibu Bupati
            Pameran dan Promosi Atas Hasil Produksi  Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah (PPAHP3UD) ke XIII Kabupaten Tulungagung telah dilaksanakan pada tanggal 12 Juni hingga 16 Juni 2012.  Bertempat di halaman kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP), diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari semua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)  di Kabupaten Tulungagung, serta instansi lain yang terkait baik pemerintah maupun swasta.

Selasa, 26 Juni 2012

VERTIKULTURE: SOLUSI TEPAT BERCOCOK TANAM DI LAHAN SEMPIT

 Ada yang berbeda di stand Pameran Produk Unggulan dan Teknologi Hasil Pertanian BPP Kecamatan Gondang tahun ini. Pada pameran yang baru saja berlangsung minggu kemarin ini, di stand BPP Gondang terlihat beberapa paralon yang berdiri tegak berjajar di pojok stand sebelah timur. Paralon-paralon ini ditanami berbagai macam sayuran seperti sawi, pak choi, seledri dan lain-lain.

Pameran tahun ini, BPP Gondang  sengaja mengusung teknologi budidaya tanaman tegak bertingkat yang biasa disebut teknik vertikulture. Teknik budidaya tanaman secara vertikulture ini ternyata cukup berhasil menarik perhatian pengunjung. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang bertanya mengenai tata cara budidaya tanaman dengan vertikultur ataupun hanya berhenti untuk melihatnya. Bahkan beberapa pengunjung tertarik membeli beberapa paralon yang telah ditanami sayuran.

Kamis, 31 Mei 2012

TIKUS MENYERANG, PETANI TIUDAN KOMPAK MENGENDALIKAN

Pemandangan tidak biasa terlihat di Kelompok Tani Rukun Santoso II Desa Tiudan Kecamatan Gondang. Selasa pagi 29 Mei 2012, 43 orang petani yang biasanya sudah sibuk beraktifitas di lahan, berkumpul di dekat lahan sawah. Mereka bersiap-siap melaksanakan gerakan pengendalian tikus secara bersama-sama.
Petani Desa Tiudan
Gerakan pengendalian tikus ini, menindaklanjuti hasil pengamatan Kelompok Tani tentang adanya serangan hama tikus pada lahan seluas 53 Hektar. Hama tikus menyerang tanaman padi yang berumur 0-14 Hari Setelah Tanam (HST). Serangan ini berupa gigitan pada batang bawah padi, baik tanaman padi di persemaian maupun yang telah pindah tanam.

POTONG LEHER DI DESA TAWING

            Desa Tawing merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Gondang, dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun. Setiap hari waktu banyak dihabiskan untuk mengolah sawah agar mendapat hasil panen yang melimpah. Hasil pertanian dan perkebunan sangatlah diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
            Pada musim penghujan biasanya petani menanam padi, sedang pada musim kemarau menanam tembakau atau jagung. Pada musim kemarau ketersediaan air irigasi memang tidak mencukupi untuk menanam padi, sehingga petani memilih menanam tembakau atau  jagung.
Padi terserang potong leher.
            Musim tanam padi yang lalu, petani di Desa Tawing agak kecewa dengan hasil panennya. Hal ini disebabkan oleh serangan hama dan penyakit padi, terutama blast. Tanaman padi yang terserang, pada batang terlihat hijau, tapi pada leher malai ada bercak kecoklatan yang lama kelamaan akan membusuk. Leher malai patah dan bulir padi menjadi hampa (gabug) . Hal ini bila tidak segera diatasi bisa menyebabkan hasil panen turun hingga 50% atau bahkan bisa gagal panen (puso).


Rabu, 30 Mei 2012

Kunjungan Kerja BKPP ke Gapoktan Mardi Rahayu

Pada hari Selasa, 29 Mei 2012,.Ledang Hadiwiyono, SP dan  Ir. Suhono  dari  Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan  (BKPP) Tulungagung,  melaksanakan kunjungan kerja ke Gapoktan Mardi Rahayu di desa Gondang, kecamatan Gondang, Tulungagung, untuk monitoring dan evaluasi program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat yang dilaksanakan Gapoktan Mardi Rahayu. 
Gapoktan Mardi Rahayu yang diketuai Suwito, merupakan gabungan kelompok tani yang mengelola kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM). Kelompok ini memiliki anggota sebanyak  155 orang dan mengelola lahan sawah seluas 58,8 Ha. 
mendengarkan penjelasan
Dalam uraiannya, Ledang Hadiwiyono, SP menyatakan bahwa ketahanan pangan dicirikan dengan adanya ketersediaan pangan terutama beras yang cukup. Namun, masih ada sebagian orang yang  tidak mampu mengakses pangan akibat kemiskinan dan rendahnya pendapatan. 
"Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan Gapoktan di wilayah sentra produksi padi dan jagung dalam memasarkan hasil panen, mengelola hasil panen disaat panen raya, dan mampu menyediakan pangan bagi kebutuhan anggotanya di saat paceklik," tambahnya.
Menurut Ledang Hadiwiyono, ketiga hal tersebut merupakan permasalahan yang selama ini dihadapi Gapoktan Mardi Rahayu. Padahal, mereka telah mendapatkan bantuan dana dari proyek   P- LDPM sebesar  Rp. 125.000.000,00. Dengan dana sebesar itu, seharusnya program dapat berjalan lebih maksimal.
Di akhir kunjungannya, BKPP meninjau gedung LDPM yang terletak di dusun Babadan, desa Gondang, Tulungagung.


Senin, 23 April 2012

Studi Banding Agens Hayati ke Nganjuk

Studi banding merupakan salah satu metode belajar dan metode penyuluhan yang menyenangkan. Petani dapat melihat langsung obyek yang dipelajari dan juga bisa banyak bertanya langsung kepada narasumber. Pada Hari Selasa tanggal 3 April 2012 petani dari tiga desa di Kecamatan Gondang, yaitu Desa Gondang, Sepatan dan Dukuh, bersama-sama berangkat ke Nganjuk untuk melaksanakan studi banding penggunaan agens hayati pada  pertanian tanaman pangan. Menurut informasi, petani di Nganjuk telah menggunakan agens hayati untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman pangan.

Rombongan terbagi menjadi 4 mobil, yaitu satu bus mini untuk petani dari desa Gondang dan Sepatan, satu mobil kijang untuk petani dari Desa Dukuh, dan dua mobil kijang untuk para petugas PPL dan PHP. Kami berangkat sekitar pukul 08.00 dan menempuh perjalanan lebih kurang 2 jam. Lokasi yang cukup jauh dari jalan raya dan jalan yang sempit berliku-liku sedikit menyulitkan bus untuk melaluinya. Namun dengan usaha yang sungguh-sungguh hal itu dapat diatasi dan kami sampai di lokasi dengan selamat. Alhamdulillah.

Pak Ahmad Syaikhu, adalah ketua kelompok tani yang kami kunjungi, yang telah menggunakan agen hayati dan memproduksi untuk kebutuhan petani lain, baik yang berupa cendawan maupun bakteri musuh alami patogen dan hama.

Begitu kami datang dan menuju halaman rumah beliau, tampak display proses pembuatan agens hayati dan produk jadinya di teras depan.


produk jadi agens hayati

proses pembuatan agens hayati



















Rombongan diterima oleh Pak Ahmad Syaikhu di kediaman beliau dan setelah berkenalan, maka peserta kemudian mendengarkan penjelasan beliau tentang agens hayati. Semua peserta mendengarkan penjelasan dengan seksama dan mencatat beberapa keterangan dan informasi yang diperlukan.


sebagian peserta ibu-ibu KWT

peserta bapak-bapak

Pak Syaikhu sedang menjelaskan

peserta


























Setelah diberikan pengantar oleh tuan rumah, peserta ingin melihat langsung praktek pembuatan agens hayati di belakang rumah Pak Syaikhu. Maka dengan diantarkan oleh anggota kelompok PPAH tersebut, para peserta menuju halaman belakang rumah.

menuju halaman belakang

 moretan

bilik fermentasi

Pak Syaikhu dan petugas PPL Kec. Gondang













Di halaman belakang terdapat peralatan untuk membuat agens hayati. Juga ada bilik-bilik fermentasi yang steril dan tertutup. Dengan peralatan ini Pak Syaikhu mampu memproduksi dan memasarkan agens hayati ke beberapa daerah di sekitar Kabupaten Nganjuk.


Pak Syaikhu juga menunjukkan padi organik yang ditanam di halaman belakang rumahnya. Tanaman padi yang sama sekali tidak menggunakan bahan kimia baik pupuk maupun insektisida untuk mengusir hama dan penyakit.

Setelah puas dengan keterangan dan kegiatan pembuatan agens hayati di halaman belakang rumah, maka peserta dipersilahkan untuk melihat gudang pupuk organik. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah beliau, sehingga kami cukup dengan berjalan kaki saja.



menuju gudang pupuk organik

menuju gudang pupuk

gudang pupuk organik
Gudang pupuk organik terletak sekitar 100 meter dari rumah Pak Syaikhu. Peserta dapat mengamati secara langsung dan bertanya kepada rekan Pak Syaikhu yang mengawal kami ke gudang pupuk tersebut.
peserta mencatat bahan-bahan pupuk

mengamati tekstur pupuk organik













Setelah cukup mempelajari pupuk organik, bahan dan proses pembuatannya, maka para peserta segera berkemas untuk pulang. Makan siang dilakukan di perjalanan yaitu di lingkar simpang lima Gumul Kediri.

makan bersama

bagi-bagi lauk pauk











Selasa, 17 April 2012

GO BLOG

Dalam menyambut era IT dimana informasi dan promosi semua lewat Internet, BKPP Tulungagung mengadakan Pelatihan membuat Blog untuk menambah mutu SDM PPL yang diadakan pada tanggal 16 s/d 18 April 2012 di BKPP Tulungagung yang diikuti oleh semua BPP di Tulungagung dimana masing-masing BPP mengirimkan 2 orang peserta.

Pada hari pertama pelatihan panitia disibukkan oleh adanya gangguan listrik, karena banyaknya peserta dan semuanya membawa Laptop yang memerlukan daya listrik sedangkan daya listrik ditempat pelatihan sangat terbatas sehingga listrik anjlok (tidak kuat) dan LCD projector sebagai alat bantu mengajarpun ikut mati, pelatihanpun terhambat, panitia langsung ambil tindakan dengan menyalakan Genset dan Alhamdulillah setrumnya tidak mau keluar, akhirnya listrik diambilkan dari asrama dan kantor induk yang spidometernya sendiri-sendiri dan akhirnya masalah listrik dapat teratasi. Untungnya panitia dan pelatih tidak hanya ahli dalam membuat Blog tetapi juga ahli dalam perlistrikan sehingga pelatihan dapat dilanjutkan sampai selesai.

Dengan adanya pelatihan membuat Blog ini semoga semua BPP di Tulungagung dapat GO BLOG sehingga kita sebagai PPL tidak hanya dapat mencari Informasi saja diinternet tetapi juga dapat mengexpose semua kegiatan BPP di Blog yang akan dapat diliat semua orang didunia ini sehingga dapat mematahkan anggapan orang kalau PPL itu tidak bekerja (pengganguran yang digaji pemerintah).


Salam Semangat untuk semua PPL diseluruh Indonesia

Mari kita

GO BLOG