Selasa, 19 Januari 2021

 Evaluasi Kinerja Penyuluh di BPP Gondang

 

         Agenda rutin tahunan penyuluhan pertanian di Kabupaten Tulungagung adalah Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanin. Sesuai permentan No 91 th 2013 tentang Evaluasi Kinerja Penyuluhan (EKP), kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Penyuluh Pertanian sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan memberikan masukan untuk perbaikan kinerja Penyuluh Pertanian sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

 

Adapun kegiatan EKP di BPP Kecamatan Gondang terlaksana pada Hari Rabu, 13 Januari 2021 sesuai jadwal yang diberikan KJF PPL Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini berjalan lancar meskipun sempat tertunda selama lebih dari satu bulan karena pandemi Covid-19 yang semakin memburuk.

 

Adalah 16 point yang merupakan sasaran evaluasi kinerja bagi penyuluh pertanian lapangan, baik PNS maupun THLTBPP.

 

 

 

 

 

 Berikut adalah parameter penilaian beserta skor nilai untuk masing-masing parameter sesuai permentan No. 91 Th 2013.

INDIKATOR KINERJA

PENYULUH PERTANIAN

 

PARAMETER

 

KRITERIA

 

SKOR

Persiapan Penyuluhan Pertanian

1.    Membuat data potensi wilayah dan agro ekosistem yang terdiri atas:

a. Peta Wilayah Kerja

A.

a, b, c, d, dibuat

5

b. Peta Potensi Wilayah Kerja

B.

b dan d dibuat

4

c. Monografi Wilayah Kerja

C.

c dan d dibuat

3

d. RKPD (Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa)

D.

a dan d dibuat

2

 

E.

d dibuat

1

2.    Memandu (pengawalan dan pendampingan) Penyusunan RDKK

a. RUK/RUB (Rencana Usaha Kelompok/Rencana Usaha Bersama)

A.

Memandu merumuskan a, b, c, dan d

5

b. RDK (Rencana Definitif Kelompok)

B.

Memandu merumuskan

b, c, dan d

4

c. RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)

C.

Memandu merumuskan a, c, dan d

3

d. RDKK pupuk bersubsidi sesuai

dengan kebutuhan petani

D.

Memandu merumuskan

c dan d

2

 

E.

Memandu merumuskan

a atau b

1

3.    Penyusunan programa penyuluhan pertanian desa dan kecamatan:

a. Penyusunan programa penyuluhan pertanian desa / kelurahan

A.

Terlibat dalam kegiatan a, b, c, d dan e

5

b. Rekapitulasi Programa Desa/Kelurahan

B.

Terlibat dalam kegiatan a, c, d dan e

4

c. Pemeringkatan Masalah

C.

Terlibat dalam kegiatan

a, d dan e

3

d. Pembuatan Draft Programa

D.

Terlibat dalam kegiatan

b dan d

2

e. Sinkronisasi Kegiatan Penyuluhan

E.

Terlibat dalam kegiatan

e

1

4.    Membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP) yang memuat:

a. Keadaan Wilayah (potensi, produktivitas, lingkungan usaha pertanian, perilaku petani dll)

A.

a, b, c, dan d, dibuat

5

b. Penetapan Tujuan

B.

b dan d dibuat

4

c. Penetapan Masalah

C.

c dan d dibuat

3

d. Rencana Kegiatan (menggambarkan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan, bagaimana caranya, siapa yang melakukannya, siapa sasarannya, dimana, kapan, berapa biaya, dan apa hasil yang akan dicapai untuk mencapai masalah yang dituangkan dalam bentuk matrik)

D.

a dan d dibuat

2

E.

d dibuat

1

 

INDIKATOR KINERJA

PENYULUH PERTANIAN

 

PARAMETER

 

KRITERIA

 

SKOR

Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian

5.    Melaksanakan desiminasi/penyebaran materi penyuluhan sesuai kebutuhan petani (dalam satu tahun):

 

A.

Menyebarkan >12

judul/topik

5

B.

Menyebarkan 8 s/d 12

judul/topik

4

C.

Menyebarkan 5 s/d 7

judul/topik

3

D.

Menyebarkan 2 s/d 4

judul/topik

2

E.

Menyebarkan hanya 1

judul/topik

1

6. Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Kunjungan/tatap muka (perorangan/kelompok/ massal) (dalam satu tahun terakhir):

 

A.

≥ 60 kali

5

B.

45 s/d 59

4

C.

30 s/d 44

3

D.

15 s/d 29

2

E.

< 15

1

7.

Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Demontrasi/SL (dalam satu tahun terakhir)

 

A.

≥ 3

5

 

 

 

C.

2

3

 

 

 

E.

1

1

8.

Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Temu-temu (temu lapang, temu wicara, temu teknis, temu karya, temu usaha) ( dalam satu tahun terakhir)

 

A.

≥ 3

5

 

 

 

C.

2

3

 

 

 

E.

1

1

9.

Melaksanakan penerapan metoda penyuluhan pertanian di wilayah binaan dalam bentuk Kursus (dalam satu tahun terakhir)

 

A.

≥ 3

5

 

 

 

C.

2

3

 

 

 

E.

1

1

 

10. Melakukan peningkatan kapasitas petani terhadap akses informasi dalam mengembangkan usahatani:

 

a. Memberi informasi dan menunjukkan

sumber Informasi

A.

a, b, c, dan d dilakukan

5

 

b. Membangun jejaring kerja antar petani

B.

a, b dan c dilakukan

4

 

c. Membangun kemitraan

C.

a dan b dilakukan

3

 

d. Memandu membuat proposal kegiatan

D.

a dan d dilakukan

2

 

 

E.

a dilakukan

1

 

INDIKATOR KINERJA

PENYULUH PERTANIAN

 

PARAMETER

 

KRITERIA

 

SKOR

 

11. Menumbuhkan kelompoktani/gapoktan dari aspek kualitas dan kuantitas

 

a. Kelompoktani

A.

Lebih dari 2

Kelompoktani dan 1 Gapoktan

5

 

b. Gapoktan

B.

2 Kelompoktani

4

 

 

C.

1 Gapoktan

3

 

 

D.

1 Kelompoktani

2

 

 

E.

Tidak ada penumbuhan

1

12.

Meningkatkan kelas kelompoktani dari

aspek kuantitas dan aspek kualitas:

 

 

 

a. Dari Kelompoktani Pemula ke Lanjut

A.

Lebih dari 3

Kelompoktani

5

b. Dari Kelompoktani Lanjut ke Madya

B.

3 Kelompoktani

4

c. Dari Kelompoktani Madya ke Utama

C.

2 Kelompoktani

3

 

D.

1 kelompoktani

2

 

E.

Tidak ada peningkatan

1

13. Menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani dari aspek jumlah,

dan kualitas:

 

a. BUMP yang berbentuk Perseroan

Terbatas dan sudah berbadan hukum

A.

Memfasilitasi a, b,

c,dan d

5

 

b. BUMP yang berbentuk Peseroan

Terbatas dan belum berbadan hukum

B.

Memfasilitasi a, b dan c

4

 

c. BUMP yang berbentuk Koperasi Tani

sudah berbadan hukum

C.

Memfasilitasi a dan b

3

 

d. BUMP yang berbentuk Koperasi Tani

belum berbadan hukum

D.

Memfasilitasi c dan d

2

 

 

E.

Memfasilitasi d

1

14. Meningkatnya produksi komoditi unggulan di WKPP dibandingkan produksi sebelumnya

 

A.

5 % atau lebih

5

B.

4 - < 5 %

4

C.

3 - < 4 %

3

D.

2 - < 3 %

2

E.

0 - < 2 %

1

Evaluasi dan Pelaporan

15. Melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian:

 

A.

Lebih dari 4 kali

5

B.

Sebanyak 4 kali

4

C.

Sebanyak 3 kali

3

D.

Sebanyak 2 kali

2

E.

Sebanyak 1 kali

1

 

16. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan pertanian:

 

a. Laporan Setiap Bulan

A.

a, b, c, d, dibuat

5

 

b. Laporan Setiap Tri Wulan

B.

a, b, dan c dibuat

4

 

c. Laporan Setiap Semester

C.

a, b, dan d dibuat

3

 

d. Laporan Setiap Tahun

D.

a dan d dibuat

2

 

 

E.

a dibuat

1

 

 

 

 

 

Selasa, 05 Januari 2021

TEMU WICARA 3 DESEMBER 2020 BALAI DESA DUKUH

 


Permasalahan dalam bidang pertanian selalu saja terjadi, dengan kendala yang datang silih berganti.  Hal ini tentu saja memerlukan pemecahan dengan segera sehingga petani sebagai ujung tombak pertanian tidak menjadi resah.  Berbagai pihak terutama pemerintah yang dalam skala daerah diwakilkan oleh dinas pertanian beserta perangkat kerja berupaya menggandeng semua pihak yang berkepentingan untuk dapat duduk bersama mencari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi.

Wilayah kecamatan Gondang merupakan daerah strategis bagi pengembangan pertanian terutama tanaman pangan, mayoritas lahan pertanian di kecamatan Gondang merupakan sawah irigasi teknis yang tentu saja sangat cocok untuk pertanaman padi sepanjang tahun. Beberapa desa juga mengusahakan tanaman lain seperti palawija, hortikultura atau ubi kayu. Oleh karena itu sangat diperlukan untuk melakukan peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, serta peningkatan ketrampilan disertai pembinaan semangat kerja, disiplin dan tanggungjawab terhadap pelaku utama. Terlebih karena kondisi hampir sama maka permasalahan yang dihadapi oleh tiap desapun hampir sama. Dengan adanya pertemuan rutin seluruh ketua poktan dan gapoktan sekecamatan Gondang maka sangat membantu bagi mereka karena bisa berbagi pengalaman. Terlebih jika ada permasalahan yang melibatkan antar desa, maka pertemuan ini akan memudahkan untuk bermusyawarah.

Bagi petugas dari pemerintah sendiri, pertemuan ini sangat membantu, terutama apabila ada program atau teknologi baru yang harus disampaikan akan lebih efektif dan efisien.  Karena selaku ketua, mereka bisa menjadi panutan bagi anggotanya di desa mereka masing-masing.

Selain itu, permasalahan-permasalahan yang ada/muncul dapat segera tertangani karena pada pertemuan ini biasanya akan melibatkan beberapa pihak/instansi terkait.

Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan

1.      Kondisi pupuk subsidi untuk musim tanam III hingga akhir tahun 2020

2.      Informasi e-RDKK tahun 2021

3.      Program pengendalian hama tikus

4.      Program Kampung Buah kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2021

5.      Pemilihan pengurus Paguyuban Poktan – Gapoktan Kecamatan Gondang Tahun bakti 2021


Jumat, 06 September 2019

TEMU TANI ( UPAYA PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT ) DI DESA SEPATAN


TEMU TANI ( UPAYA PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT ) 
DI DESA SEPATAN




Desa Sepatan adalah salah satu desa di Kecamatan Gondang yang memiliki potensi pertanian dengan komoditi tanaman padi. Tanaman padi yang ditanam dengan pola tanam padi-padi-padi (IP 300) menjadikan petani Desa Sepatan harus pandai-pandai mengendalikan hama dan penyakit tanaman padi.
Pertengahan bulan Agustus kemarin pada beberapa hamparan padi mulai muncul serangan hama yang menjadi momok petani dimanapun yaitu Wereng Batang Coklat (WBC). Pada bulan ini (Sepetember) bagi desa-desa yang memasuki awal musim tanam harus waspada terhadap serangan hama ini.
Sebagai usaha mengendalikan WBC tanaman padi maka pada hari Sabtu, 6 September 2019 dilaksanakan kegiatan Temu Tani oleh perusahaan pestisida Corteva yang bertempat di Balai Desa Sepatan dihadiri oleh PPL Desa Sepatan, Petugas POPT, Kelompok Tani Desa Sepatan dan  kurang lebih 150 petani dari beberapa desa.
Hama wereng coklat merupakan hama utama padi yang dapat menyebabkan menurunnya produktifitas bahkan gagal panen (puso). Gejala serangan wereng coklat menjadikan tanaman padi mengering atau hopperburn karena wereng coklat menghisap cairan tanaman padi bahkan WBC dapat menularkan virus kerdil runput maupun kerdil hampa. Siklus hidup wereng coklat yang kurang lebih 28 hari menjadikan petani harus melakukan pengamatan secara intensif. Hama wereng coklat memiliki keistimewaan semua stadianya menyereng tanaman padi.
WBC berkembangbiak secara sexual, masa pra peneluran 3-4 hari untuk brakiptera (bersayap kerdil) dan 3-8 hari untuk makroptera (bersayap panjang). Telur biasanya diletakkan pada jaringan pangkal pelepah daun, tetapi kalau populasinya tinggi telur diletakkan di ujung pelepah dan tulang daun. Telur diletakkan berkelompok, satu kelompok telur terdiri dari 3-21 butir.Satu ekor betina mampu meletakkan telur 100-500 butir. Telur menetas setelah 7-10 hari. Muncul wereng muda yang disebut nimfa dengan masa hidup 12-15 hari dan setelah fase ini menjadi wereng dewasa.Dalam perkembangan hidupnya, wereng batang coklat mempunyai tiga stadium pertumbuhan yaitu stadium telur, nimfa dan dewasa.
Nimfa mengalami lima instar, dan rata-rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan periode nimfa adalah 12.82 hari. Nimfa dapat berkembang menjadi dua bentuk wereng dewasa. Bentuk pertama adalah makroptera (bersayap panjang) yaitu wereng batang coklat yang mempunyai sayap depan dan sayap belakng normal. Bentuk kedua adalah brakiptera (bersayap kerdil) yaitu wereng batang coklat dewasa yang mempunyai sayap depan dan sayap belakang tumbuh tidak normal, terutama sayap belakang sangat rudimenter.
Pada daerah lain stadium telur membutuhkan waktu antara 7-11 hari. Nimfa yang baru menetas berwarna keputihan dan berangsur menjadi coklat. Stadium nimfa terjadi 5 kali pergantian kulit dan waktu yang dibutuhkan pada masing-masing instar adalah 2-4 hari (lihat gambar 2) Wereng batang coklat dewasa mempunyai dua bentuk, sayap panjang (makroptera) dan sayap pendek (brakiptera). Bentuk makroptera merupakan indikator populasi pendatang dan emigrasi, sedangkan brakiptera populasi penetap.Suhu optimum untuk perkembangan antara 18-280C.
Beberapa teknik pengendalian WBC diantaranya :
1.      Tanam Padi Secara Serentak
Tanam padi secara serentak dalam areal yang luas tidak dibatasi oleh batas administrasi.  Wereng coklat imigran terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan.  Bila suatu daerah panen atau puso maka wereng makroptera (bersayap panjang) akan terbang bermigrasi mencari tanaman muda dalam populasi tinggi, hinggap  (landing) dan berkembang biak pada tanaman padi muda.  Bila areal tempat migrasi sempit, maka populasi imigran akan padat.
2.      Penggunaan Varietas Tahan
Penggunaan varietas tahan disesuaikan dengan keberadaan biotipe wereng coklat yang ada di lapangan. Saat ini, biotipe wereng coklat yang berkembang di lapang didominasi oleh biotipe 3 dan dibeberapa tempat telah ada biotipe 4 sehingga memerlukan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki ketahanan terhadap biotipe tersebut. Badan Litbang Pertanian telah menyediakan beberapa VUB yang tahan terhadap biotipe tersebut, yaitu Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33.
3.      Waktu Pesemaian  Padi
Penetapan waktu pesemaian ditentukan oleh kapan puncak wereng imigran yang tertangkap lampu perangkap.  Bila datangnya wereng imigran tidak tumpang tindih antara generasi maka  pesemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran. 
Bila datangnya wereng dari generasi yang tumpang tindih, maka akan terjadi bimodal (dua puncak). Pesemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran ke-2.
4.      Pengamatan Wereng Coklat di Pertanaman
Pengamatan atau Monitoring wereng coklat  pada 1-2 minggu sekali. Ambil  contoh 20 rumpun arah diagonal.  Hitung jumlah wereng coklat pada minggu ke- i (Ai) dan musuh alami laba-laba + Paederus +Ophionea+Coccinella pada minggu ke-i (Bi) dan Cyrtorhinus pada minggu ke-i (Ci).
5.      Penggunaan Insektisida
Penggunaan insektisida harus memperhatikan berbagai factor, antara lain:
·         Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang padi.
·         Tepat dosis dan jenisnya yaitu yang berbahan aktif Pymetrozine, dinotefuran.
·         Tidak melawan arah angin. (anis)