Kamis, 02 Januari 2014

PAKAN TERNAK PRODUKSI KELOMPOK TERNAK “BRENGGOLO”


     Kelompok ternak Brenggolo yang berdomisili di desa Sumberejo Kulon Ngunut Tulungagung  jawa timur, terbentuk 4 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2009, dengan jumlah anggota  34 orang peternak yang pada umumnya melakukan kegiatan usaha penggemukan sapi potong, disamping melakukan kegiatan usahata tani tanaman pangan padi dan polowijo.

Siklus kegiatan usaha penggemukan sapi dilakukan selama  4 s/d 6 bulan, ternak dijual dan kemudian diganti bibit bakalan yang baru, lamanya penggemukan tergantung dari bibit bakalan yang digunakan, kalau bibit masih mempunyai penambahan bobot badan yang tinggi dan cepat, biasanya waktu pemeliharaan akan diperpanjang, bibit yang digunakan pada umumnya keturunan Lemosin atau Simental dengan kondisi kurus, sehat umur 1,5 s/d 2 tahun dan harga standar sesuai dengan kualitas bibit.
            Pakan merupakan faktor utama dalam usaha penggemukan sapi potong, untuk meningkatkan efisiensi usaha dan keuntungan yang optimum kelompok telah meramu konsentrat sendiri yang diberi nama pakan ternak Brenggolo. Pakan ternak  Brenggolo berupa campuran 20 macam bahan pakan  antara lain bekatul, polard, kedele, Bungkil Sawit, bungkil kelapa, kulit kopi, tumpi jagung, tetes dll. Berdasarkan hasil analisa kandungan nutrisi pakan ternak Brenggolo rata-rata:  PK 15 %, Lk 7%, SK 23 %, BK 86 %, abu 13 %, Gros Energi 3684 cal/gram.
            Hasil uji coba Demplot penggemukan sapi potong  dengan menggunakan pakan ternak  Brenggolo 5 kg dan Gamblong (ampas Singkong) sebanyak 10 kg dicampur air hingga seperti bubur atau dapat diberikan secara kering, rumput/jerami satu ikat ± 15 kg, yang diberikan dua kali pagi hari dan sore hari dan rumput diberikan setelah pemberian konsentrat.  Hasil demplot menunjukan kenaikan bobot badan sapi antara 1,2 kg s/d 1,6 kg.
Gambar : perkembangan ternak dengan menggunakan pakan ternak Brenggolo
            Pakan ternak Brenggolo dapat juga diberikan pada ternak kambing dan domba dengan hasil yang cukup memuaskan, cara pemberian dapat secara kering maupun basah atau dapat juga dicampur dengan ampas tahu atau gamblong, jumlah pemberian konsentrat        1 s/d 2 kg per hari diberikan  dua kali pagi dan sore hari.

            Pakan ternak Brenggolo telah diproduksi oleh “ UD BRENGGOLO “ dan produk sudah dipasarkan di pelosok Tulungagung, juga dipasarkan diluar kota seperti Tuban, Blitar, Kediri dan Trenggalek. Harga Rp. 85.000/sak (40kg), di gudang, bisa diantar dengan menambah ongkos kirim. yang berminat hub.  Hp. 085 259 923 125.
 

Selasa, 10 Desember 2013

Kunjungan ke Balai Besar Padi, Subang, Jawa Barat.

Salah satu kegiatan penyuluh di Kabupaten Tulungagung pada bulan Oktober-Nopember yang lalu adalah study banding ke Jawa Barat. Dari 19 kecamatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung sebagiannya berpotensi komoditi padi yaitu daerah dataran rendah (10 kecamatan) dan sebagian yang lain berpotensi untuk pengembangan komoditi hortikultura yaitu daerah dataran tinggi (9 kecamatan).

BPP Gondang merupakan salah satu Balai Penyuluhan yang terletak di dataran rendah dan berpotensi untuk pengembangan padi sawah. Oleh karena itu BPP Gondang bersama BPP lain yang berpotensi padi sawah melaksanakan study banding ke Balai Besar Padi, Subang, Jawa Barat. 

Informasi yang kami dapatkan cukup banyak tentang berbagai varietas padi yang selama ini belum cukup dikenal di kalangan petani. Beberapa diantaranya adalah Inpari 21 sampai 30. Deskripsi varietas masing-masing dapat dilihat pada link berikut :  http://www.litbang.deptan.go.id/varietas/?k=302&p=1

Beberapa foto berikut adalah yang sempat terambil dari kegiatan study banding tersebut.
papan nama BB Padi


Gedung baru BB Padi




Kunjungan lahan di belakang gedung BB Padi


beristirahat di  teras depan gedung BB Padi

suasana diskusi di ruang pertemuan BB Padi

Rabu, 02 Oktober 2013

Pengendalian Hama Wereng Coklat

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) sampai saat ini masih dianggap sebagai hama utama pada pertanaman padi karena kerusakan yang diakibatkan cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim pertanaman.

Penggunaan pestisida yang melanggar kaidah-kaidah PHT (tepat jenis, tepat dosis dan tepat waktu aplikasi) turut memicu ledakan wereng coklat. Hal ini juga merupakan konsekuensi dari penerapan sistem intensifikasi padi (varietas unggul, pemupukan N dosis tinggi, penerapan IP >200 dan sebagainya). Tergantung pada tingkat kerusakan, serangan wereng coklat dapat meningkatkan kerugian hasil padi dari hanya beberapa kuintal gabah sampai puso.
Kerusakan yang disebabkan dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung karena kemampuan serangga wereng coklat menghisap cairan jaringan tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati. Secara tidak langsung karena serangga wereng coklat dapat menjadi vektor virus penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa.
Dengan menghisap cairan dari dalam jaringan pengangkut tanaman padi wereng coklat dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat pada hampir semua fase tumbuh sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian).
Gejala yang tampak dari serangan wereng coklat dapat terlihat dari daun yang menguning kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar). Gejala ini dikenal dengan istilah hopperbum. Dalam suatu hamparan gejala hopperbum terlihat sebagai bentuk lingkaran yang menunjukkan pola penyebaran wereng coklat yang dimulai dari satu titik kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran. Dalam keadaan seperti ini populasi wereng coklat biasanya sudah sangat tinggi.
Langkah-langkah pencegahan hama wereng coklatsecara umum dapat dilakukan dengan cara menggunakan variatas tahan, penanaman padi serempak dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat, pergiliran varietas dan pengendalian dengan insektisida.
Namun dengan melihat gejala kerusakan yang diakibatkan pada tanaman padi dipetakan sawah yang dapat mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, maka pemberantasan hama ini perlu dilakukan dengan cara preventif, kuratif dan represif.

1. TINDAKAN PREVENTIF
Tindakan preventif bersifat pencegahan dengan cara melakukan pengamatan di lahan pertanaman padi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Tanam Padi Serempak
Pola tanam serempak dalam areal yang luas dan tidak dibatasi oleh batas administrasi dapat mengantisipasi penyebaran serangan wereng coklat karena jika tidak serempak hama dapat berpindah-pindah ke lahan padi yang belum panen. Wereng coklat terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan.
b. Pengamatan Wereng Coklat
Pengamatan atau monitoring wereng coklat setiap 1 – 2 minggu sekali. Jika terdapat serumpun daun padi layu lakukan pemeriksaan dengan teliti. Apabila ditemukan seekor wereng dirumpun padi segera bunuh/musnahkan dan periksa telur-telurnya di daun lalu daun tersebut dicabut dan dibakar. Apabila pengamatan wereng coklat per rumpun melebihi ambang ekonomi maka segera dilakukan pengendalian dengan insektisida.
c. Perangkap Lampu
Perangkap lampu merupakan perangkap yang paling umum digunakan untuk pemantauan migrasi dan pendugaan populasi serangga yang tertarik pada cahaya khususnya wereng coklat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkap lampu antara lain ; kekontrasan lampu yang digunakan (semakin kontras cahaya lampu yang digunakan maka akan semakin luas jangkauan tangkapannya), kemampuan serangga untuk menghindari lampu perangkap yang dipasang dan intensitas cahaya (pada umumnya seranga cenderung tertarik pada cahaya dengan intensitas tinggi).
Perangkap lampu dipasang pada pematang (tempat) yang bebas dari naungan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter di atas permukaan tanah. Lampu yang digunakan adalah lampu pijar 40 watt dengan voltage 220 volt. Lampu dinyalakan pada jam 18.00 dan dimatikan pada jam 06.00. Agar serangga yang tertangkap tidak terbang lagi maka pada penampung serangga yang berisi air ditambahkan sedikit deterjen.
Langkah yang diambil setelah ada wereng pada perangkap lampu yaitu ; wereng yang tertangkap dikubur, keringkan pertanaman padi sampai retak dan segera setelah dikeringkan kendalikan wereng pada tanaman padi dengan insektisida yang direkomendasikan (tidakan kuratif).

2. TINDAKAN KURATIF
Tindakan kuratif adalah tindakan pengendalian hama wereng coklat dengan cara menggunakan insektisida yang direkomendasikan. Tindakan ini bukan merupakan langkah pencegahan lagi tetapi merupakan langkah pembasmian. Langkah ini bisa dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif buprofen, BPMC, fipronil, amitraz, bupofresin, karbofuran, karbosulfan, metalkarb, MIPCI, propoksur atau liarnetoksan dan imidakloprid.
Penggunaan insektisida berbentuk serbuk/butiran (misal : furadan, basudin, diazinon) dilakukan dengan menaburkan diantara larikan petak sawah 3 atau 4 minggu sekali. Penyemprotan insektisida cair dilakukan seminggu sekali atau maksimal 10 hari sekali. Semua penggunaan insektisida harus memperhatikan aturan dosis dan pakai yang tertera pada setiap produk yang digunakan.
Perkembangan wereng coklat pada pertanaman padi terbagi menjadi empat generasi yaitu ; generasi 0 (G0) = umur padi 0 – 20 HST, Generasi 1 (G1) = umur padi 20 – 30 HST (wereng akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-1), generasi 2 (G2) = umur padi 30 – 60 HST (wereng akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-2), dan generasi 3 (G3) = umur tanaman padi di atas 60 HST.
Pengendalian wereng yang baik dilakukan pada saat generasi nol (G0) dan generasi 1 (G1) dengan mengunakan insektisida berbahan aktif seperti disebutkan di atas. Pengendalian saat generasi 3 (G3) atau puso tidak akan berhasil.
Penggunaan insektisida juga harus memperhatikan faktor-faktor ; tepat dosis dan jenis yaitu berbahan aktif seperti disebutkan di atas, tepat air pelarut 400 – 500 liter air/ha, aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 – 11.00 dilanjutkan sore hari, insektisida harus sampai pada batang padi. Dan tidak kalah pentingnya adalah keringkan pertanaman padi sebelum aplikasi insektisida baik yang berupa semprotan maupun butiran.

3. TINDAKAN REPRESIF
Tindakan ini dilakukan jika hama wereng sudah merupakan kejadian luar biasa di mana dalam satu wilayah petakan/hamparan hama ini sudah mengakibatkan kerusakan secara masal. Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah ; pengeringan petakan sawah, pencabutan dan pembakaran seluruh tanaman, memilih varietas unggul baru yang lebih tahan serangan wereng dan melakukan pergiliran atau rotasi tanaman (padi-palawija).
Daerah-daerah endemik wereng coklat biotipe 1 dapat menanam varietas membrano, widas dan cimalati. Untuk biotipe 2 dan 3 dapat menanam varietas membrano, cigeulis dan ciapus.
Dengan langkah-langkah di atas diharapkan serangan hama wereng coklat dapat ditekan dan tidak menyebabkan kerugian yang semakin besar seperti yang sudah pernah terjadi. Peran aktif semua pihak juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengendalian hama wereng coklat ini.

sumber: http://sekarmadjapahit.wordpress.com/2011/12/29/pengendalian-hama-wereng-coklat/
 

Sabtu, 02 Maret 2013

Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri di Desa Macanbang


Intensitas curah hujan yang cukup tinggi saat ini, berdampak pada tanaman padi di desa Macanbang. Kelembaban yang tinggi telah memacu berkembangnya bakteri  Xanthomonas oryzae pv oryzae yang menyebabkan penyakit hawar daun pada tanaman padi.
Aplikasi bakterisida di lahan

Hawar daun bakteri ini menyerang pada hamparan tanaman padi yang masih berumur 40 - 50  hst di sisi utara desa Macanbang sehingga menyebabkan daun melepuh dan mengering. Bila tidak segera diatasi, penyakit ini mampu menyebabkan potensi kehilangan hasil sampai dengan 50% bahkan bisa menyebabkan gagal panen.

Jumat, 01 Maret 2013

Study Banding KWT Puspita Sari ke Surondakan - Trenggalek


      Dalam  rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan  ibu-ibu,  Kelompok  Wanita Tani “Puspita Sari” desa Macanbang Kecamatan Gondang mengadakan study banding di bidang pengolahan hasil pertanian ke KWT “Tani Makmur” Kelurahan Surondakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek, kemarin pada hari Rabu, 16 Januari 2013.


          Diikuti oleh 25 anggotannya dan didampingi oleh PPL THL Desa Macanbang Sutinah , serta PPL THL lainnya  dari Kecamatan Gondang, KWT Puspita Sari melakukan kegiatan tersebut diawali dengan penyambutan dari Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan Trenggalek, Bpk Hendra. Kemudian dilanjutkan dengan melihat-lihat pengolahan bermacam-macam produk hasil olahan anggota KWT Tani Makmur didampingi oleh Ketua KWT Tani Makmur, Ibu Haniatul Makrifah dan PPL wilayah setempat ibu Emmy. 

Senin, 18 Februari 2013

Pelatihan Pemilihan Metode dan Media Penyuluhan



Peningkatan kemampuan para penyuluh dalam bidang tekhnologi informasi sangat penting seiring dengan kemajuan jaman. Selain banyak sumber informasi dari dunia cyber, referensi penyuluhan dapat dicari dengan cepat menggunakan tekhnologi informasi ini. Demikian pula bisnis jaringan dan promosi produk unggulan, dapat dengan cepat dan murah dilakukan menggunakan tekhnologi informasi. Oleh karenanya, sangat perlu bagi para penyuluh untuk dapat menggunakan dan menguasai tekhnologi informasi ini. Beberapa program pelatihan telah diadakan oleh kelompok jabatan fungsional Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Tulungagung. Satu diantaranya adalah yang berlangsung pertengahan bulan Februari yang lalu, tepatnya berlangsung mulai Senin, 11 Februari  hingga Sabtu, 16 Februari 2013.

Pelatihan pembuatan dan penggunaan media penyuluhan berbasis tekhnologi informasi melibatkan 40 orang peserta dari unsur penyuluh PNS dan THL. Para pelatih adalah dari unsur KJF BKPP yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya di Balai besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang. 

Materi pelatihan yang disampaikan cukup penting untuk peningkatan kinerja penyuluhan. Misalnya pemilihan metode penyuluhan sesuai dengan tingkat adopsi sasaran (petani), berdasarkan kemampuan daya serap petani dalam menerima dan menerapkan tekhnologi pertanian.  Para penyuluh sebenarnya telah mengetahui keadaan petani di wilayah binaan masing-masing, namun dengan pelatihan ini, perhatian para penyuluh akan lebih fokus  dan serius untuk menyesuaikan metode penyuluhan dengan keadaan real mereka.

Demikian pula pembuatan dan penggunaan media penyuluhan, harus sesuai dengan keadaan dan tingkat adopsi sasaran. Penyusunan Programa Desa dan RKTP telah mencantumkan keadaan petani sasaran penyuluhan di desa wilayah binaan masing-masing. Oleh karenanya, pemilihan metode dan media penyuluhan yang tepat bagi petani harus disesuaikan dengan keadaan sasaran yang tercantum dalam Programa Desa dan RKTP. Hal ini sangat penting bagi kesuksesan program penyuluhan pertanian di desa.
Dengan pelatihan ini diharapkan program penyuluhan di wilayah binaan masing-masing akan lebih mengena dan benar-benar diadopsi oleh petani. Adopsi tekhnologi pertanian akan menentukan kemajuan sektor pertanian dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani serta keluarganya.

Foto bersama peserta pelatihan

Rabu, 02 Januari 2013

KANDANG TERNAK KAMBING DAN DOMBA


Selain lokasi, faktor lain yang harus diperhatikan dalam beternak kambing dan dombaadalah kebutuhan kandang serta peralatan penunjang lainnya.
Dalam memelihara ternak seperti kambing dan domba, perkandangan juga salah satu faktor yang perlu diperhatikan selain bibit. Perkandangan penting karena tidak sekedar membangun kandang yang mempunyai syarat tekni, tetapi juga terkait dengan aspek lainnya, seperti ketersediaan sumber air,peralatan pemeliharaan, letak lokasi terhadap perumahan dan jalan, ketersediaan kendaraan, tempat sampah, dan penanganannya.

A.    Fungsi Kandang
          Kandang diperlukan sebagai tempat berlindung ternak dari hujan dan terik  matahari sehingga ada rasa nyaman. Dalam keadaan yang baik ternak akan mampu berkembang dan tumbuh secara normal. Kondisi kandang yang buruk sangat memungkinkan pertumbuhan ternak menjadi lambat, kurang sehat, dan terjadi pemborosan pakan.
           Adanya kandang, peternak dapat melakukan efisiensi, misalnya menghemat tenaga kerja, meningkatkan konsumsi pakan, (Feed inteake), dan menguragi terjangkitnyapenyakit. Dengan adanya kandang, kesehatan dan keberadaan manusia tetap terjamin, juga kesehatan hewan lainnya. Selain itu, kandang juga bermanfaat agar ternak tidak merusak tanaman, diganggu atau dimangsa hewan buas, atapu dicuri.
           Mengingat fungsi tersebu, kandang dibuat yang kuat dan mudah di perbaiaki agar tahan lama. Hal yang juga penting adalah biaya pembuatan kandang diusahakan tidak mahal. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang:
1.      Pilih tempat/lahan yang tanahnya kering dan agak tinggi.
2.      Jarak kandang relatif jauh dari sumur dan rumah.
3.      Cukup mendapat sinar matahari pagi yang merata dan udara yang segar serta bersih.
4.      Terlindung dari hembusan angin secara langsung.
5.      Tersedia tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan.
6.      Gunakan bahan bangunan yang kuat dan murah.


B.     Tipe Kandang
            Ada beberapa tipe kandang yang terbentuk karena perbedaan kondisi daerah pemeliharaan, tingkat sekala usaha dan tingkat pengetahuan peternak. Namun biasanya peternak membangun kandang panggung.
Kandang panggung merupakan kandang yang kontruksinya dibuat panggung atau dibawah kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghinndari kebecekan. Menghingndari kontak dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit, dan memungkinkan fentilasi kandang yang lebih baik. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m.
Dengan bahan yang sama, kandang dengan panggung yang pendek akan lebih kokoh dibanding dengan kandang berpanggung tinggi. Namun, panggung yang pendek akan lebih sulit dalam mebersihkan kotoran dibandingkan dengan panggung tinggi.
             Perlengkapan yang penting dalam kandang adalah bak/tempat pakan. Bak pakan dapat ditempelkan pada dindin. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak untuk pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya, karena kebiasaan kambing makan daun-daun perdu. Untuk domba, dasar bak pakan horisontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba yang merumput.
             Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun berjarak 2-3 cm. Dengan jarak tersebut, diharapkankotoran dan air kencing mudah jatuh ke kolong kandang. Sementara tracak/kaki kambing dan domba tetap aman, tidak terperosok ataupun terjepit,
Dasar kolong sebaiknya digali dengan kedalaman sekitar 20 cm di bagian pinggirnya dan 30-53 cm pada bagian tengah serta dibuat miring ke arah salah satu sisinya. Kemudian dibuatkan saluran menuju ke bak penampung. Dengan demikian kotoran akan mengalirkeluar kolong melalui saluran dan tertampung bila terjadi hujan. Kotoran tersebut kemudian diproses untuk dijadikan pupuk kandang.
Di peternakan yang besar, kolong ini dibuat permanen dari semen sehingga dapat dengan mudah dibersihkan dengan air.
Kandang panggung ada dua bentuk, yaitu kandang panggung tunggal dan ganda. Pada tipe kandang panggung ganda, bak pakan dapat di tempelkan pada masing masing dinding luar. Di tengah tengah kandang, kira-kira 1-1,5 m dibuat celah atau ruang sebagai lorong. Lorong  ini penting bagi peternak untuk melakukan pemeliharaan. Apabila panggungnya tinggi, lorong dibuat agak lebar, ( lebih dari 1,5 m) dan bak pakan diletakkan di dinding kandang pada sisi lorong. Pada kedua ujung lorong dibuatkan tangga. Lantai kandang dibuat miring kearah tengah (bagian belakang ternak).

C.    Jenis kandang
Jenis kandang harus dirancang sebelum memulai beternak kambing maupun domba. Kandang yang akan dibuat juga harus disesuaikan dengan tujuan dan jenis ternak yang dipelihara.

1, Kandang Koloni
 Kandang koloni merupakan kandang yang tidak memiliki penyekat. Kalaupun disekat, ukuran kandang relatif luas, untuk memelihara beberapa kambing/domba sekaligus. Kandang ini cocok untuk membesarkan domba bakalan atau memelihara betinadewasa calon induk (betina yang tidak bunting atau menyusui). Luas kandang disesuaikan umur bakalan dan jumlah ternak yang dipelihara.
a)      Untuk 10  ekor bakalan umur 3-7 bulan, diperlukan luas lantai 5m karena kebutuhan luas lantai rata-rata 1,5 m/ekor.
b)      Untuk 10 ekor bakalan umur 7-12 bulan, diperlukan luas lantai 7,5m karena kebutuhan luas lantai rata-rata 0,75 m/ekor
c)      Untuk 10 ekor betina dewasa/calon induk umur > 12 bulan, diperlukan luas lantai 10 m atau rata-rata 1 m/ekor.
            
2. Kandang Individual
Kandang individual merupakan kandang yang disekat-sekat sehingga setiap sekat akan berisi satu ekor ternak. Misalnya, setiap sekat kandang berukuran 0,75 m x 1,4 m  atau  0,7 m x 1,5 m.  Pada umumnya kandang ini digunakan untuk membesarkan kambing bakalan dan penggemukan. Oleh karena kandang berukuran sempit, gerakan ternak relatif akan lebih sedikit. Dengan demikian, perkembangan  ternak menjadi lebih cepat karena energinya tidak banyak terbuang.
3. Kandang beranak dan menyusui
 Kandang beranak dan menyusui merupakan kandang yang dikhususkan untuk induk yang baru saja melahirkan lalu menyusui anaknya. Masing-masing induk yang mempunyai anak sebelum umur satu bulan sebaiknya tidak dicampur dengan indauk yang beranak lainnya. Kandang ini paling tidak berukuran (1,5-2x1)m
Untuk induk yang mempunyai anak lebih dari satu bulan, sebenarnya sudah dapat digabung dengan 2 – 4 ekor induk dalam satu kandang koloni. Misalnya, empat ekor induk dengan enam ekor cempe memerlukan luasan lantai kandang 7 – 8,5 m.
D.    Kebersihan Kandang
Kebersihan kandang sangat erat hubungannya denga kesehatan dan prudoktifitas ternak. Sebelum di isi dengan ternak, sebaiknya kandang di sucihamakan dengan desinfektan, yaitu dengan 5 %  Kkarosen yang dilarutkan dalanm 10 l  air  atau parafin cair yang disiram ataupun di semprotkan. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan penyemprotan disekitar kandang dengan desinfektan cair.
Pembersihan kandang selanjutnya dilakukan secara rutin, terutama pembersihan kotoran di lantai dan kolong kandang. Kotoran yang menumpuk akan memudahkan kuman penyakit, parasit dan jamur berkembang biak. Kayu yang kotor dan selalu basah akan mudah lapuk sehingga berbahaya bagi ternak bila terperosok.


Selasa, 11 Desember 2012

Purna Tugas Koordinator BPP Gondang



rapat panitia
panitia gabungan PPL dan kontak tani


Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa bulan berganti, tahun pun demikian. Kegiatan dan kesibukan harian yang kita lakukan mungkin membuat kita tidak menyadari betapa banyaknya waktu yang telah digunakan. Seperti beberapa peristiwa yang terekam pada tulisan ini  berlangsung dua bulan terakhir yaitu Nopember dan Desember 2012.

Peristiwa bersejarah untuk BPP Gondang pada bulan Nopember 2012 adalah pensiunnya Bapak Koordinator PPL (Pak Sarwani, SP.) yang telah bertugas selama 36 tahun.

 Kebersamaan selama beliau bertugas di BPP Gondang membuat PPL dan kontak tani membentuk panitia gabungan untuk menyelenggarakan acara istimewa. Pertemuan rutin KTNA bulan Nopember akan dirangkaikan dengan acara perpisahan dan penyerahan kenang-kenangan untuk Pak Sarwani.
Keputusan rapat panitia, acara akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 28 Nopember 2012. Panitia gabungan segera bekerja dengan sigap sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan dalam rapat.
Kegiatan akan melibatkan semua kontak tani dan kios saprotan di wilayah Kecamatan Gondang. Instansi dan Jawatan pun juga diundang untuk menghadiri acara istimewa ini.
Hingga akhirnya pada pagi Hari Rabu, 28 Nopember 2012  telah terpasang tenda biru di halaman Kantor BPP Gondang.
Acara berlangsung sesuai rencana. Mulai dari fasilitas meja kursi dan konsumsi, semua siap pada waktunya. Para undangan dari dinas/instansi yang setingkat kecamatan hadir, demikian pula yang dari desa-desa sekecamatan. Setelah pesan-pesan disampaikan dalam sambutan yang silih berganti, acara intinya adalah menyampaikan kenang-kenangan kepada Pak Sarwani. Mulai dari asosiasi Gapoktan Kecamatan Gondang, asosiasi Kios Saprotan, teman-teman PPL BPP Gondang, semua berkesempatan menyampaikan tali asih.

mendadak "nyanyi"...^_^
Sementara itu, kesibukan tak terkira di bagian penataan konsumsi. Namun Alhamdulillah, gotong royong ibu-ibu untuk menyiapkan hidangan selesai tepat waktu. Pada saat Pak Bram mempersilahkan para undangan untuk menuju meja makan, semua menu masakan telah tersedia dan siap di atas meja.

Acara ini juga disemarakkan dengan kehadiran pemain musik elektone. Ternyata para PPL, perwakilan Kios, Kontak tani, semua bisa menyanyi. Sungguh hari biasa yang jadi istimewa.
Pak Sarwani di BKPP
 Rangkaian kegiatan berikutnya adalah di BKPP pada Hari Senin, 3 Desember 2012. Semua PPL sewilayah Kabupaten Tulungagung berkumpul di BKPP untuk rapat dinas dan pengarahan musim tanam tahun 2013. Ternyata acara tersebut juga digabungkan dengan perpisahan dua orang PPL dari BKPP karena purna tugas. Pak Sarwani dan Pak Nugroho (PKL) telah sampai masa pensiun pada tahun ini. Pada kesempatan ini beliau berdua menyampaikan pesan dan kata perpisahan kepada para hadirin. Juga mnerima tali asih dari Perhiptani dan gabungan penyuluh kehutanan lapang (PKL).

Pada acara ini juga ada banyak pengarahan dan informasi dari para Kabid, mulai dari Pak Sukido tentang persiapan tanam th 2013, penyusunan RDKK, indikator keberhasilan program P2BN dan dilanjutkan Pak Bambang mengenai evaluasi blog BPP, pertemuan teknis th 2013. Pak Ledang menyampaikan tentang evaluasi LDPM, P2KP dan lainnya. Bu Erlin membahas evaluasi laporan kegiatan yang telah dilaksanakan di BPP dengan dana bantuan. Bu Ida Putu menyinggung tentang program KRPL tahun 2013 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pagerwojo.

peserta (baris kanan)

peserta (baris kiri)


Jumlah PPL yang cukup banyak, ternyata tidak tertampung di ruangan Aula BKPP, sehingga harus ada yang duduk di teras. Namun, tampaknya hal ini tidak mengurangi keseriusan peserta rapat dinas. Terbukti peserta di luar juga tampak serius mencatat informasi yang disampaikan.




peserta di luar (serius kaan..)

Acara intern BPP Gondang
Kegiatan berikutnya adalah hari ini, Selasa 11 Desember 2012. PPL BPP Gondang menyelenggarakan perpisahan intern BPP dengan menghadirkan Pak Sarwani. Acara ini juga merupakan perpisahan Pak Harry Bramantyoko,SP. yang pindah tugas ke BPP Kec. Boyolangu.
Kenang-kenangan untuk P. Bram
Kenang-kenangan untuk P Sarwani










Acara yang sederhana namun cukup berkesan. Bersama ini juga disampaikan tali asih dari teman-teman PPL untuk Pak Bram dan Pak Sarwani.
Foto bersama PPL BPP Gondang
Acara dilanjutkan dengan foto bersama. Kemudian sesuai rencana kemarin, semua PPL mengantar Pak Bram ke BPP Boyolangu dengan konvoi sepeda motor. Sampai di BPP Kecamatan Boyolangu kami disambut hangat dan diterima dengan baik oleh teman-teman PPL BPP Boyolangu yang saat ini dikomandoi oleh Bapak Sugeng.
BPP Boyolangu

Kamis, 06 Desember 2012

PRAKTEK MEMBUAT DODOL DI KWT SRIKANDI

Anggota KWT Srikandi
Penyampaian materi.

Pada hari Rabu tanggal 5 Desember 2012 KWT Srikandi Desa Tawing mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan bertempat di rumah ibu Mujiati, salah satu anggota KWT Srikandi. Pertemuan dihadiri oleh ibu-ibu anggota KWT dan penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gondang.